Daerah

200 Becak Elektrik Masuk Kota Malang, Bantuan Pribadi Prabowo Disiapkan Dongkrak Ekonomi Pengayuh dan Pariwisata

22
×

200 Becak Elektrik Masuk Kota Malang, Bantuan Pribadi Prabowo Disiapkan Dongkrak Ekonomi Pengayuh dan Pariwisata

Share this article
Becak Elektronik bantuan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Modernisasi transportasi tradisional di Kota Malang mulai bergerak nyata. Pemerintah Kota Malang memastikan 200 unit becak elektrik siap didistribusikan kepada para pengemudi becak pada Selasa, 20 Januari 2026. Penyerahan akan dipusatkan di Balai Kota Malang, setelah seluruh calon penerima mengikuti tahapan sosialisasi dan pembekalan teknis.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menegaskan bahwa program ini tidak membebani keuangan negara maupun daerah.

Seluruh becak elektrik tersebut merupakan bantuan pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bukan bersumber dari APBN maupun APBD.

“Ini murni bantuan pribadi Pak Prabowo. Tidak ada dana negara yang digunakan, dan tugas Pemkot adalah memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberi dampak ekonomi,” kata Baihaqi usai sosialisasi di Islamic Centre Malang, Senin (19/1/2026).

Menurut Baihaqi, kehadiran becak elektrik bukan hanya sekadar penggantian alat transportasi, melainkan bagian dari penataan transportasi tradisional berbasis pariwisata. Pemkot menargetkan pengemudi becak tidak lagi berada di posisi marjinal, melainkan menjadi bagian dari ekosistem wisata Kota Malang.

Untuk itu, Disporapar akan memfasilitasi pembentukan paguyuban resmi becak elektrik. Paguyuban tersebut akan menjadi penghubung langsung dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, sehingga wisatawan dapat dengan mudah mengakses layanan becak elektrik melalui hotel atau pengelola wisata.

“Kami ingin sistemnya jelas dan profesional. Wisatawan cukup bertanya ke hotel, lalu hotel menghubungi paguyuban. Ini untuk memastikan pemerataan pendapatan pengemudi,” jelasnya.

Tak hanya infrastruktur, peningkatan kualitas SDM juga menjadi fokus.
Pemkot Malang akan melakukan pendampingan berkelanjutan berupa pelatihan pelayanan prima, etika melayani wisatawan, hingga pengenalan bahasa Inggris dasar. Langkah ini dinilai krusial mengingat Kota Malang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Setiap pengemudi akan menerima satu unit becak elektrik. Sebagai konsekuensi, becak konvensional lama wajib diserahkan kepada Pemkot Malang dan tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan.

“Ini bagian dari pengendalian. Becak lama tidak boleh dijual, semuanya diserahkan ke Pemkot,” tegas Baihaqi.

Pemkot Malang berharap distribusi becak elektrik ini menjadi langkah awal transformasi transportasi tradisional yang lebih ramah lingkungan, berdaya saing, dan berdampak langsung pada kesejahteraan pengemudi. Ke depan,

Pemkot juga akan melakukan evaluasi untuk memastikan program ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, program ini disambut harapan besar oleh para pengemudi. Madhuri, pengemudi becak yang telah bekerja lebih dari tiga dekade, mengaku optimistis meski belum pernah melayani wisatawan sebelumnya.

Selama ini ia hanya mengandalkan penumpang lokal, terutama warga Pasar Kebalen, dengan pendapatan harian sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu.

“Kalau dapat wisatawan tentu senang. Selama ini ya cukup buat makan sehari-hari,” ungkapnya.

Meski menyadari adanya tambahan biaya operasional berupa listrik untuk pengisian daya, Madhuri menilai hal tersebut sebagai konsekuensi yang masih bisa diterima jika penghasilan meningkat.

“Yang penting pendapatan bisa naik. Kalau ada listrik ya wajar,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *