Daerah

Diduga Kuat Sudah Busuk dan Berulat, Menu Buah Dapur MBG Yayasan Garuda Adidaya Sampang Tuai Sorotan

40
×

Diduga Kuat Sudah Busuk dan Berulat, Menu Buah Dapur MBG Yayasan Garuda Adidaya Sampang Tuai Sorotan

Share this article
Diduga Kuat Sudah Busuk dan Berulat, Menu Buah Dapur MBG Yayasan Garuda Adidaya Sampang Tuai Sorotan
Tampak menu buah jeruk dari program MBG yang busuk dan berulat.(foto:sudutkota.id/hbb)

Sudutkota.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Garuda Adidaya Nusantara yang beralamat di jalan raya Taddan, Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, menuai sorotan publik.

Hal itu dikarenakan, kuat dugaan buah jeruk yang mereka sajikan di menu MBG, dalam kondisi busuk dan berulat. Kondisi tersebut sontak menuai protes dari para orang tua siswa penerima manfaat.

Masyarakat menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan kurang telitinya dapur penyedia MBG dalam memilih bahan makanan, dan cuma mengutamakan keuntungan materi semata.

“Waduh, ini bukan makanan bergizi tapi bisa mules perutnya para siswa ini. Baru beroperasi tapi sudah begini,” ujar seorang penerima manfaat yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (16/1/2026).

Atas kejadian tersebut, masyarakat mendesak instansi terkait dan satuan pengawas untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan serta evaluasi menyeluruh terhadap Yayasan Garuda Adidaya Nusantara.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, mereka meminta agar diberikan sanksi tegas demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. Karena tidak sesuai seperti juknis dari Satgas MBG Kabupaten Sampang.

Menanggapi kondisi ini, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanta mengatakan, setiap dapur MBG wajib mematuhi standar gizi seimbang yang mencakup kecukupan karbohidrat, protein, sayur, buah, serta porsi yang telah ditentukan.

“Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Oleh karena itu, penyedia makanan tidak dibenarkan menyajikan menu instan atau porsi yang tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan”, jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diunggah pihak Yayasan Garuda Adidaya Nusantara belum bisa dimintai keterangan. Mustofa, asisten Lapangan Yayasan Garuda Adidaya Nusantara, saat dihubungi wartawan Sudutkota.id melalui telepon selularnya juga tidak memberi respon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *