Sudutkota.id – Insiden cekcok antara pengendara sepeda motor dan petugas portal Bendungan Lahor, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, yang videonya viral di media sosial, mulai menemui titik terang.
Orangtua petugas portal yang menjadi korban angkat bicara dan membeberkan kronologi kejadian dari sudut pandang keluarga.
Salah seorang warga berinisial X, orangtua petugas portal Bendungan Lahor, saat dikonfirmasi wartawan sudutkota.id melalui sambungan telepon, Minggu (11/1/2026), menegaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika pengendara sepeda motor melintas tidak sesuai jalur yang telah ditentukan.
“Dari bawah itu tidak masuk jalurnya. Sudah diingatkan supaya masuk jalur yang benar. Petugas hanya menegur baik-baik, tidak ada niat memancing emosi,” ujar X.
Menurutnya, petugas portal saat itu hanya menjalankan tugas sesuai prosedur, yakni mengarahkan pengendara roda dua agar melewati jalur yang telah disiapkan di area portal otomatis Bendungan Lahor.
Namun, teguran tersebut justru direspons dengan emosi oleh pengendara motor. Pengendara tersebut disebut marah-marah, berbicara tidak karuan, sambil ngegas motornya hendak pergi. Bahkan, uang pecahan Rp1.000 disebut dilemparkan ke arah petugas portal.
“Sudah diingatkan, tapi malah marah, teriak-teriak, ngegas motornya hendak pergi, lalu uang seribu dilempar ke petugas,” ungkap X.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, petugas portal turun dari pos jaga dengan maksud meluruskan permasalahan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Namun, baru berjalan beberapa meter, pengendara motor tersebut justru diduga menabrak kaki kiri petugas, hingga menyebabkan bengkak.
“Anak saya ditabrak kakinya, sebelah kiri, sampai bengkak,” tegas X.
Kejadian itu sontak memicu emosi petugas. Ia kemudian mengejar pengendara motor tersebut hingga akhirnya terjadi cekcok. Dalam kondisi yang sudah memanas, muncul dugaan adanya aksi pemukulan terhadap pengendara motor.
“Namanya manusia, sudah ditabrak, pasti emosi. Dari situ terjadi cekcok, katanya ada pemukulan. Tapi semua ini berawal dari pengendara yang tidak mau diatur,” tambahnya.
Pihak keluarga menyesalkan beredarnya video viral yang dinilai hanya menampilkan potongan kejadian tanpa memperlihatkan rangkaian awal peristiwa secara utuh.
Mereka berharap masyarakat tidak langsung menarik kesimpulan sepihak sebelum ada klarifikasi lengkap dari semua pihak.
Sebagai upaya meluruskan informasi yang berkembang, orangtua korban berinisial X mendatangi Polsek Sumberpucung untuk menyampaikan kronologi kejadian yang sebenarnya kepada pihak kepolisian.
Sebelumnya, video rekaman CCTV yang merekam insiden di Portal Bendungan Lahor viral di media sosial dan menuai beragam komentar warganet. Video tersebut memperlihatkan petugas portal dan pengendara motor terlibat cekcok usai pengendara menerobos palang portal otomatis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola portal Bendungan Lahor maupun aparat penegak hukum terkait penanganan lanjutan kasus tersebut.
Pihak keluarga korban berharap adanya klarifikasi menyeluruh agar peristiwa ini tidak berkembang menjadi opini yang merugikan salah satu pihak.






















