Peristiwa

Akses Warga Terputus, Longsor Hantam Dusun Pusung Usai Hujan Lebat

84
×

Akses Warga Terputus, Longsor Hantam Dusun Pusung Usai Hujan Lebat

Share this article

Sudutkota.id– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Singosari memicu tanah longsor di Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kabupaten Malang.

Kejadian sekitar pukul 16.05 WIB, Jumat (5/12) itu menyebabkan badan jalan ambrol dan memutus akses vital antar-RT.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan yang turun sejak siang membuat kondisi tanah di wilayah perbukitan semakin labil.

“Sekitar pukul 16.05 WIB terjadi tanah longsor di Dusun Pusung akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama. Longsoran menutup badan jalan dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga,” jelas Sadono.

Hujan mengguyur wilayah Singosari sejak pukul 12.30 hingga 15.00 WIB. Satu jam setelah hujan reda, warga melaporkan tebing yang tiba-tiba ambrol dan menutup akses jalan lingkungan.

Setelah menerima laporan, Babinsa, petugas BPBD Singosari, serta perangkat desa bergerak menuju lokasi pada pukul 17.00 WIB. Tak berselang lama, personel Polsek Singosari juga tiba untuk membantu pengamanan.

Penanganan awal dilakukan mulai pukul 19.30 WIB. Tim gabungan bersama warga membersihkan material longsor yang menutup jalan dan memastikan tidak ada potensi longsor susulan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan cukup signifikan terjadi di RT 18 dan RT 17 RW 07.
Salah satu rumah milik Andik (RT 18 RW 07) mengalami longsor pada bagian halaman depan sepanjang sekitar 6 meter dengan ketinggian tebing 5 meter. Material tanah bahkan mengancam struktur bangunan rumah.

“Jalan lingkungan yang menghubungkan RT 18 dan RT 17 RW 07 juga longsor hingga 10 meter dengan kedalaman 4 meter, sehingga akses dua wilayah tersebut terputus sementara,” tambah Sadono.

BPBD Kabupaten Malang masih melakukan pemantauan kondisi di lapangan, termasuk menilai potensi bahaya susulan mengingat curah hujan di Malang Raya masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Sadono mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan pergerakan tanah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengingatkan warga untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah agar dapat ditangani lebih cepat,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *