Daerah

Aksi Hijau PJT I di CFD Ijen: Dari Menjaga Air hingga Menggerakkan Warga Menanam Pohon

55
×

Aksi Hijau PJT I di CFD Ijen: Dari Menjaga Air hingga Menggerakkan Warga Menanam Pohon

Share this article
Perum Jasa Tirta I (PJT I) memanfaatkan momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 untuk menegaskan peran strategisnya sebagai pengelola sumber daya air melalui kegiatan ekologis yang digelar di area Car Free Day (CFD) Ijen, Kota Malang, Minggu (30/11/2025).
Tanam bibit pohon yang dilakukan oleh PJT 1. (foto: sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id– Perum Jasa Tirta I (PJT I) memanfaatkan momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025 untuk menegaskan peran strategisnya sebagai pengelola sumber daya air melalui kegiatan ekologis yang digelar di area Car Free Day (CFD) Ijen, Kota Malang, Minggu (30/11/2025).

Bukan sekadar berbagi bibit, aksi penghijauan ini menjadi cara PJT I mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga keberlanjutan air dan lingkungan.

Dengan mengusung tema “Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi”, PJT I membagikan total 650 bibit pohon, terdiri dari 100 bibit yang diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan 550 bibit untuk pengunjung CFD. Namun lebih dari itu, gerakan ini didesain sebagai pengingat bahwa penanaman pohon berperan penting dalam konservasi air mandat utama PJT I.

Dengan melibatkan warga langsung di ruang publik seperti CFD, PJT I berharap upaya konservasi air bukan hanya menjadi tugas lembaga, tetapi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat.

Kasubdiv Komunikasi Korporat & Umum PJT I, Yulia Puspitaningroem, menyampaikan bahwa menanam pohon merupakan bagian dari strategi besar perusahaan menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Pohon berperan besar dalam menjaga cadangan air tanah. Karena itu, aksi ini bukan sekadar pembagian bibit, tetapi edukasi bahwa setiap warga punya kontribusi menjaga keberlanjutan air,” ujarnya, Senin(1/12/2025).

Bibit yang dibagikan merupakan jenis-jenis pohon bernilai ekologis seperti mundu, matoa, juwet, durian, sirsat, dan nangka. Warga tidak hanya menerima bibit, tetapi juga edukasi singkat mengenai manfaat menanam pohon dan cara perawatannya. Kuis berhadiah souvenir ramah lingkungan turut menambah antusiasme peserta.

Dalam kegiatan tersebut, PJT I berkolaborasi dengan DLH Kota Malang. Koordinator Ruang Terbuka Hijau, Afif Frudin, menerima 100 bibit secara simbolis yang selanjutnya akan didistribusikan ke kelurahan-kelurahan sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang terbuka hijau kota.

Sebagai penegasan komitmen kelestarian ekosistem, PJT I dan DLH Kota Malang juga melakukan penanaman simbolis pohon matoa di Taman Slamet. Matoa dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus mulai jarang ditemui di kawasan perkotaan.

“Seluruh bibit habis diserbu warga dalam waktu kurang dari dua jam. Antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa kesadaran publik untuk ikut menjaga lingkungan semakin tumbuh. Masyarakat yang hadir menyambut baik inisiatif ini sebagai gerakan kolektif menjaga bumi,” katanya.

Sekretaris Perusahaan PJT I, Erwando Rachmadi, menekankan bahwa gerakan menanam pohon merupakan bagian dari misi besar perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Menanam pohon hari ini adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem, terutama air. Kami berharap warga ikut merawat pohon yang mereka tanam agar manfaatnya bisa dinikmati generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui peringatan HMPI 2025, PJT I kembali mengajak masyarakat menjadikan menanam pohon sebagai kebiasaan.

“Sebab, selain menyerap air hujan, akar pohon memperkuat struktur tanah, mencegah erosi, dan menjaga kestabilan debit air di berbagai daerah aliran sungai,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *