Daerah

30 Wartawan Dinyatakan Kompeten saat UKW ke-59 di Kota Malang

70
×

30 Wartawan Dinyatakan Kompeten saat UKW ke-59 di Kota Malang

Share this article
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke 59 yang diselenggarakan PWI Malang Raya resmi ditutup di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang, Minggu (30/11).
Penutupan UKW angkatan ke-59 yang digelar oleh PWI Malang Raya.

Sudutkota.id– Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke 59 yang diselenggarakan PWI Malang Raya resmi ditutup di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Kota Malang, Minggu (30/11/2025).

Penutupan berlangsung menjadi penanda suksesnya penyelenggaraan UKW yang diikuti puluhan wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama.

Acara penutupan juga menegaskan kembali urgensi kompetensi di tengah derasnya arus informasi dan dinamika industri media. PWI Malang Raya menekankan bahwa kelulusan UKW bukan sekadar administratif, tetapi fondasi penting bagi wartawan untuk bekerja dengan integritas, akurasi, dan tanggung jawab moral.

Sebanyak 30 wartawan resmi dinyatakan kompeten setelah melalui rangkaian ujian yang berlangsung ketat dan objektif. Para peserta menyebut UKW sebagai momentum untuk kembali menguatkan komitmen mereka terhadap etika jurnalistik.

Salah satu peserta, Soeparijono, menilai UKW menjadi proses penting untuk mengingatkan kembali tugas dan tanggung jawab wartawan.

“Terima kasih kepada PWI Malang Raya. Ujian ini sangat penting bagi wartawan. Semoga setelah ini teman-teman mendapatkan ilmu dan menjadi wartawan yang kompeten,” ujar Jono.

Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, menegaskan bahwa kompetensi menjadi tuntutan Dewan Pers yang wajib dipenuhi jurnalis dan perusahaan media. Menurutnya, profesi wartawan menuntut tanggung jawab besar karena bersentuhan dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Dengan aturan Dewan Pers, teman-teman wajib ikut UKW. Tidak hanya wartawannya, perusahaannya juga harus terverifikasi. Kita menghadapi seluruh elemen masyarakat, jadi profesionalisme itu wajib,” tegasnya.

Cahyono menambahkan bahwa PWI Malang Raya sudah menggelar UKW sebanyak 11 kali, dan lebih dari seratus wartawan dinyatakan kompeten dari angkatan sebelumnya. Namun, ia tidak menutup mata bahwa tidak semua peserta lulus dalam kesempatan pertama.

“Ujian ini tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun ada yang dinyatakan tidak kompeten, masih ada kesempatan untuk ikut kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Eko Pamuji, memberi apresiasi khusus. Menurutnya, keberanian peserta untuk diuji menunjukkan keseriusan mereka menjalani profesi. Kelulusan UKW, katanya, adalah salah satu parameter kelayakan seorang wartawan.

“Teman-teman keren karena berani ikut uji kompetensi. Banyak di luar sana yang tidak mau diuji. Kalau sudah lulus, artinya sudah pantas. Ini menguji kepantasan,” jelasnya.

Koordinator Penguji UKW Angkatan ke-59, Djoko Tetuko, mengingatkan bahwa wartawan memikul tanggung jawab moral besar dalam setiap karya jurnalistik. Keberanian menyampaikan kebenaran adalah roh utama profesi.

“Wartawan itu tugasnya berat. Kita dimintai pertanggungjawaban, apalagi sebagai wartawan. Kita rugi kalau tidak berani menyampaikan kebenaran,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *