Sudutkota.id – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, di Dusun Selokambang, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (30/11/2025).
Sebuah mobil MPV biru yang membawa satu keluarga tersambar kereta api, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara satu balita menjadi satu-satunya korban selamat.
Mobil tersebut berisi Carik (Sekretaris Desa) Gondanglegi, Kecamatan Cangkringmalang, Kabupaten Pasuruan, yakni Muhammad Muhaimin (43), beserta istri dan dua anaknya. Mobil yang dikemudikan Muhaimin melintas di jalur tanpa palang saat kereta api sedang melaju dari arah timur.
Kerasnya benturan membuat mobil terpental dan terguling. Kondisi kendaraan ringsek berat, dan tiga korban yaitu Muhaimin, istrinya, serta salah satu anaknya meninggal dunia di lokasi kejadian
Seorang balita yang merupakan anak bungsu keluarga tersebut ditemukan masih hidup tidak jauh dari lokasi mobil yang terguling. Balita itu langsung dievakuasi oleh relawan dan petugas medis.
Penggiat sosial Komunitas Pasuruan, Cak Ri, menyebut bahwa keselamatan balita ini merupakan sebuah keajaiban.
“Korban adalah satu keluarga. Tiga orang meninggal, yaitu Carik Gondanglegi, istrinya, dan satu anak. Tapi satu balita selamat, kondisinya sadar saat ditemukan dan langsung dirawat di RS Watukosek,” ungkapnya.
Balita tersebut kini menjalani perawatan intensif oleh tim medis rumah sakit.
Proses evakuasi melibatkan relawan Tagana, BPBD, SAR Awangga, warga sekitar, dan aparat Polsek Beji. Kondisi mobil yang terguling serta posisi korban yang terpencar membuat proses evakuasi berlangsung cukup dramatis.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk identifikasi dan penyerahan kepada keluarga besar di Desa Gondanglegi.
Unit Laka Polres Pasuruan bersama Polsek Beji masih mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kondisi lintasan. Dugaan awal menyebutkan bahwa pengemudi memiliki jarak pandang terbatas sehingga tidak menyadari kereta sedang melintas.






















