Daerah

Trans Jatim Koridor 8 Hadir di Malang Raya, CCTV hingga Teknologi Canggih Siap Lindungi Penumpang

133
×

Trans Jatim Koridor 8 Hadir di Malang Raya, CCTV hingga Teknologi Canggih Siap Lindungi Penumpang

Share this article
Armada Bus Trans Jatim melaju dalam uji jalan perdana saat peresmian Koridor 8 di depan Balai Kota Malang. (Foto: Sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Bus Trans Jatim Koridor 8 yang akan melayani kawasan Malang Raya. Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di halaman Balai Kota Malang, Kamis (20/11/2025) Sore kemarin.

Kehadiran koridor baru ini tidak hanya menambah konektivitas, tetapi juga memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan penumpang melalui dukungan teknologi terbaru.

Peluncuran Koridor 8 ini menjadi bagian dari rencana besar Pemprov Jatim dalam menghadirkan tiga koridor Trans Jatim khusus Malang Raya yang terintegrasi. Koridor yang kini mulai beroperasi menjadi penghubung penting antara Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Trans Jatim Koridor 8 telah dibekali dengan berbagai perangkat keamanan berbasis teknologi. Mulai dari CCTV resolusi tinggi, sistem pemantauan real-time, hingga fitur untuk mendeteksi potensi tindakan kriminal di dalam armada.

“Isu-isu seperti sexual harassment maupun pencopetan bisa langsung terpantau. Ada CCTV di seluruh armada dan ini termasuk teknologi tercanggih kami untuk layanan bus,” ujarnya.

Menurut Khofifah, inovasi keamanan ini menjadi salah satu kebutuhan utama transportasi publik modern, terutama untuk wilayah padat aktivitas seperti Malang Raya yang memiliki ribuan pelajar, pekerja, dan wisatawan setiap hari.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menjelaskan bahwa kehadiran koridor baru ini menjadi langkah awal dari pembangunan sistem transportasi massal yang terintegrasi. Tiga koridor Trans Jatim di Malang Raya direncanakan akan menghubungkan pusat kegiatan masyarakat, mulai pendidikan, ekonomi, hingga wisata.

“Ini kita dedikasikan untuk masyarakat. Apa yang kita lakukan sebagai fungsi publik adalah mendekatkan layanan dan menghadirkan pemerataan mobilitas sosial,” tegasnya.

Koridor 8 sendiri menghubungkan berbagai titik strategis, seperti: Terminal Hamid Rusdi, Madyopuro, Sawojajar, Rampal, Pasar Klojen, Balai Kota Malang, Kayutangan Heritage, Jalan Kawi, Jalan Bandung – Jalan Ijen, Matos, UIN Malang,
RSI Unisma, UMM, Landungsari, UIN 2,
Kota Batu, Terminal Batu

Dengan rute yang melintas pusat keramaian, Koridor 8 diharapkan mampu menekan kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi terutama saat akhir pekan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif beroperasinya Trans Jatim Koridor 8. Ia menyebut layanan ini telah menunjukkan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat sejak masa uji coba.

“Terkait kehadiran Trans Jatim, terbukti ini bisa menampakkan hasil. Warga Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Batu merasa terbantu,” ujar Wahyu.

Ia mengatakan tarif yang sangat terjangkau membuat moda transportasi ini menarik bagi pelajar, mahasiswa, maupun pekerja:
Rp 5.000 untuk penumpang umum dan
Rp 2.500 untuk mahasiswa/pelajar dengan durasi bebas naik–turun selama 2 jam

Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa Trans Jatim memiliki operasional yang disiplin, tidak ngetem terlalu lama, dan waktu tempuh lebih terukur.

“Ketepatan waktu inilah yang membuat masyarakat semakin percaya dengan transportasi publik,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *