Politik

Dipastikan Molor, DPRD Jombang Kritik Keras Perencanaan Proyek Jembatan Gedung Kesenian yang Tak Ahli

111
×

Dipastikan Molor, DPRD Jombang Kritik Keras Perencanaan Proyek Jembatan Gedung Kesenian yang Tak Ahli

Share this article
Proyek jembatan Gedung Kesenian Jombang. (Foto: Sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Proyek Jembatan Gedung Kesenian Jombang, Jawa Timur dipastikan tidak selesai sesuai jadwal kontrak.

Hal ini dikarenakan perencanaan pekerjaan senilai 1,8 miliar rupiah ini, dikerjakan oleh konsultan perencana yang tidak ahli, sehingga menyebabkan pekerjaan molor dan terancam tidak selesai sesuai target tahun anggaran berjalan.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh, mengatakan temuan tersebut disampaikan setelah pihaknya melakukan evaluasi dan rapat bersama Dinas PUPR, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana.

“Komisi C menemukan sejumlah persoalan mendasar, terutama pada aspek perencanaan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, konsultan perencana dinilai tidak memiliki kompetensi teknis yang seharusnya dibuktikan dengan SKA Keahlian Konstruksi Jembatan atau sertifikasi profesi lainnya.

“Setiap pekerjaan jasa konsultansi wajib diberikan kepada pihak yang benar-benar memiliki keahlian di bidangnya,” tegasnya.

Syaifulloh menjelaskan, penggunaan konsultan tanpa sertifikasi yang sesuai menimbulkan berbagai risiko, mulai dari ketidakakuratan desain, persoalan struktur, hingga potensi ancaman keselamatan pengguna jembatan di masa mendatang.

“Komisi C juga mencatat adanya review design berulang dan penjelasan teknis yang dinilai tidak menunjukkan pemahaman memadai terkait konstruksi jembatan,” tuturnya.

Berdasarkan evaluasi dan progres terbaru, Komisi C menyimpulkan bahwa Proyek Jembatan Gedung Kesenian Jombang kemungkinan besar tidak selesai tepat waktu.

“Komisi C meminta konsultan pengawas, kontraktor, dan Dinas PUPR baik PPK maupun bidang teknis, memperkuat koordinasi serta menyusun timeline baru yang realistis berbasis data teknis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Jombang, Edy Yulianto, mengatakan kontraktor sebelumnya mengajukan penjadwalan ulang akibat kehilangan waktu pekerjaan karena adanya kegiatan di Gedung Kesenian.

Namun hingga hampir dua pekan, timeline baru tersebut belum diterima.
“Sudah hampir 12 hari kami belum menerima timeline baru dari kontraktor. Ini akan menjadi bahan pertimbangan kami,” kata Edy.

Ia mengungkapkan progres fisik proyek baru mencapai 42 persen, dengan keterlambatan sekitar 7,8 persen.

Edy menjelaskan sejumlah hambatan teknis tidak terdeteksi sejak tahap perencanaan. Saat penggalian pondasi, ditemukan sumber air yang tidak diperkirakan oleh tim perencana.

“Perencanaan pondasi jembatan tidak menghitung adanya sumber air. Ini merupakan kelemahan perencanaan,” tegasnya.

Selain itu, hujan deras selama sepekan menyebabkan tanah di area galian pondasi longsor, termasuk bagian yang berdekatan dengan tiang listrik PLN yang ikut tergerus.

“Kondisi itu membahayakan, sehingga tiang listrik harus segera dipindah. Prosedurnya sedang kami proses,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *