Sudutkota.id – Pencarian empat nelayan yang hilang di perairan Malang Selatan sejak 10 September lalu terus dilakukan. Hingga hari ini, Selasa (7/10/2025), pencarian telah memasuki hari keenam. Sesuai prosedur, posko pencarian akan berakhir besok, Rabu (8/10/2025), jika belum ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban.
Empat nelayan tersebut adalah Jumianto (56), nahkoda kapal, Arifin (40), awak kapal, serta Dafit (45) dan Irfan (20), keduanya warga Kota Malang. Mereka berangkat menggunakan KMN Albakor 01 dari Pelabuhan Sendangbiru, Kabupaten Malang, pada Rabu (10/9/2025), sekitar pukul 13.00 WIB. Kapal itu sempat bertemu dengan KMN Gangsar Jaya pada malam hari, sebelum kemudian hilang kontak.
Kasatpolairud Polres Malang AKP Yoyok Supandi menjelaskan, pihaknya terus berupaya melakukan pencarian bersama TNI AL, Basarnas, dan nelayan setempat. Tim gabungan telah melakukan penyisiran di laut maupun di darat sejak laporan diterima.
“Kami terus melakukan penyisiran di sepanjang perairan selatan, mulai dari wilayah Sendangbiru hingga perbatasan Trenggalek,” ujar Yoyok saat dikonfirmasi, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, dari hasil pencarian sejauh ini, ditemukan sejumlah barang yang diduga kuat milik KMN Albakor 01, di antaranya jerigen solar yang ditemukan di Pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar, dan tutup kotak ikan yang ditemukan nelayan di Pantai Prigi, Trenggalek.
“Temuan itu menjadi petunjuk penting bagi kami. Saat ini fokus pencarian kami geser ke wilayah perairan Trenggalek,” ungkapnya.
Yoyok menambahkan, kondisi cuaca di perairan selatan masih cukup ekstrem dengan tinggi gelombang mencapai tiga meter. Hal ini membuat tim lebih berhati-hati dalam melakukan operasi di laut.
“Gelombang masih tinggi, jadi penyisiran lewat darat lebih kami optimalkan sambil tetap berkoordinasi dengan pos SAR dan nelayan di sepanjang pantai,” jelasnya.
Ia juga mengimbau nelayan di wilayah selatan Jawa agar tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau awak KMN Albakor 01.
“Kami berharap masyarakat pesisir ikut membantu. Setiap informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk mempercepat proses pencarian,” pungkas Yoyok.






















