Sudutkota.id – Empat anak buah kapal (ABK) sekoci KMN Albakor 01 asal Sendang Biru masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Satpolairud, hingga kelompok nelayan tradisional terus berupaya keras melakukan pencarian di perairan selatan Jawa Timur, hingga Jumat (3/10/2025).
Diberitakan sebelumnya, sekoci milik Jumianto itu berangkat dari Pelabuhan Sendang Biru pada 11 September 2025 untuk mencari ikan di laut selatan. Biasanya, kapal jenis ini hanya beroperasi 7 hingga 14 hari, namun hingga lebih dari 20 hari, kapal yang berisi satu nahkoda dan tiga ABK tersebut tidak kunjung kembali.
Adapun empat awak kapal yang dilaporkan hilang adalah:
Jumianto (56), nahkoda, warga Dusun Sendang Biru, Arifin (40), ABK, warga Dusun Sendang Biru, Dafit (45), ABK, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Irfan (20), ABK, warga Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Barang-barang yang diduga milik kapal bahkan ditemukan mengambang di sekitar perairan Bantol dan Nganteb. Temuan berupa jeriken berisi solar dan box ikan memperkuat dugaan kapal mengalami kecelakaan laut.
Hingga kini, pencarian diperluas meliputi perairan selatan Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung, hingga Prigi, Trenggalek. Nelayan setempat ikut membantu dengan mengerahkan sedikitnya delapan perahu jukung untuk menyisir titik-titik rawan gelombang.
Kasatpolairud Polres Malang, AKP Yoyok Supandi, membenarkan laporan hilangnya sekoci tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur gabungan masih fokus bekerja di lapangan.
“Empat ABK, termasuk nahkoda, masih dinyatakan hilang kontak. Pencarian terus dilakukan dengan memperluas area, dan kami berharap segera ada titik terang,” ujarnya.
Suasana di Pelabuhan Sendang Biru penuh dengan harapan bercampur cemas. Keluarga korban memilih bertahan di dermaga dan posko nelayan, berharap ada kabar baik dari laut.






















