Infotainment

Kehangatan Peluncuran Sketsa Jalanan, Ketika Musisi dan Rakyat Satu Panggung

215
×

Kehangatan Peluncuran Sketsa Jalanan, Ketika Musisi dan Rakyat Satu Panggung

Share this article
Kehangatan Peluncuran Sketsa Jalanan, Ketika Musisi dan Rakyat Satu Panggung
Muhammad Isrofil, atau yang akrab disapa Mike, seorang musisi jalanan asal Kecamatan Klojen, Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Sabtu malam (26/7/2025), menjadi malam penuh makna di pelataran Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang. Ratusan orang memadati area dalam dan luar gedung untuk menghadiri peluncuran album kolaboratif bertajuk Sketsa Jalanan.

Acara ini bukan sekadar konser musik biasa, melainkan sebuah pertemuan akbar antar musisi lintas generasi dan para aktivis jalanan yang selama ini hidup dan berkarya di ruang-ruang akar rumput.

Album Sketsa Jalanan mempertemukan nama-nama besar dalam dunia musik jalanan dan perlawanan sosial, seperti Marjinal, Tege Dreads, Toto Tewel, dan Anto Baret.

Keempatnya dikenal tak hanya lewat musik yang tajam dan menyentuh, tetapi juga lewat kiprahnya dalam gerakan sosial di jalanan baik lewat mural, aksi solidaritas, maupun konser-konser rakyat di berbagai penjuru negeri.

Dari pantauan sudutkota.id, suasana peluncuran terasa akrab dan hangat. Tak ada jarak antara para musisi dan penonton. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga sesama musisi lokal berbaur tanpa sekat, menikmati alunan musik dan berdiskusi tentang berbagai isu sosial.

Sebuah tenda merah berdiri di sudut area, menjadi pusat aktivitas penjualan merchandise resmi bertema album. Kaos, pin, dan CD fisik Sketsa Jalanan dijajakan sebagai bentuk dukungan terhadap karya mandiri dari musisi jalanan.

Di antara kerumunan itu, hadir sosok Muhammad Isrofil, atau yang akrab disapa Mike, seorang musisi jalanan asal Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Mike dikenal sebagai salah satu tokoh komunitas punk lokal dan anggota grup musik Pang Nest Det, yang selama ini aktif menyuarakan isu-isu ketidakadilan sosial, lingkungan, dan perjuangan rakyat kecil.

Dengan penampilan khasnya, tubuh bertato, jaket hitam penuh emblem, serta ekspresi tenang namun tegas. Mike tampil bersama anak lelakinya yang ia gandeng erat. Ia bukan hanya hadir sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari napas acara ini.

Sosok Mike merepresentasikan wajah nyata dari kehidupan jalanan: keras tapi jujur, getir tapi penuh solidaritas.

“Musik itu bukan cuma soal panggung. Musik adalah cerita tentang bagaimana kita bertahan hidup, bagaimana kita berdiri di tengah ketimpangan. Dan Sketsa Jalanan adalah cermin dari kehidupan itu,” ujar Mike saat ditemui sudutkota.id di sela acara, Sabtu (26/7/2025).

Salah satu rekan kolaborator dalam album ini, Anto Baret, memberikan pandangan khususnya tentang Mike. Ia menyebut Mike sebagai figur penting dalam dinamika seni jalanan di Malang yang jarang terekspos media.

“Mike itu bukan hanya musisi, dia semacam penjaga api. Dia hidup dengan nilai yang ia perjuangkan, dan tidak pernah menjual idealismenya meski zaman berubah. Dia bukan selebritas, tapi penggerak. Buat saya, orang seperti Mike inilah yang menjaga agar jalanan tetap punya ruh,” ujar Anto Baret.

Album Sketsa Jalanan sendiri lahir dari keresahan bersama para musisi yang sehari-harinya berjuang di tengah kota yang hiruk-pikuk, di antara tembok, trotoar, dan asap kendaraan.

Lirik-lirik dalam album ini memuat kisah tentang penggusuran, buruh, anak jalanan, kemiskinan, hingga harapan akan solidaritas dan perubahan. Musik mereka mengalun dengan jujur dari hati, oleh mereka yang selama ini hidup di jalanan dan untuk mereka yang kerap dilupakan sistem.

“Album ini bukan produk industri, ini produk perlawanan,” ujar salah satu panitia yang juga musisi lokal dari komunitas Gajayana.

“Kami ingin mengingatkan, bahwa musik punya kekuatan untuk menggugah kesadaran dan menyatukan orang-orang,”imbuhnya.

Ke depan, para musisi berencana menggelar tur komunitas ke sejumlah kota di Indonesia, dengan format panggung rakyat yang menyatu dengan warga.

Kota-kota seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung telah menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah lanjutan dari gerakan Sketsa Jalanan.(mit)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *