Ekonomi Bisnis

Wali Kota Malang Pimpin Langsung Pembongkaran 686 Lapak di Pasar Induk Gadang

203
×

Wali Kota Malang Pimpin Langsung Pembongkaran 686 Lapak di Pasar Induk Gadang

Share this article
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan keterangan kepada awak media saat memimpin langsung pembongkaran 686 lapak di Pasar Induk Gadang, Rabu (9/7/2025). Penertiban ini merupakan bagian dari upaya penataan ulang kawasan pasar. (Foto: Mit/Sudutkota.id)

Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang mulai melakukan penataan besar-besaran di kawasan Pasar Induk Gadang. Sebanyak 686 lapak pedagang dibongkar dalam proses penertiban yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (9/7/2025). Penataan ini menjadi langkah awal dari rencana relokasi pedagang ke lahan kosong di sisi selatan pasar.

Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa penataan ulang ini bertujuan untuk menanggulangi kemacetan yang selama ini terjadi setiap hari, sekaligus menyelamatkan dua jembatan tua di kawasan tersebut yang rawan rusak akibat digunakan sebagai tempat parkir liar.

“Karena kita harus menata kembali area selatan, pembagian kios akan kita atur ulang. Kami juga akan relokasi doser dan memanfaatkan area permesinan. Akan disiapkan tempat parkir khusus agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di sepanjang jalan,” ujar Wahyu saat meninjau langsung pembongkaran.

Selama ini, dua jembatan di sekitar Pasar Gadang menjadi titik rawan karena banyak kendaraan yang parkir diam di atasnya. Padahal, usia kedua jembatan tersebut sudah puluhan tahun, dan parkir statis di atasnya bisa mempercepat kerusakan struktur.

“Kalau dibiarkan, jembatan ini tidak akan bertahan lama. Padahal ini akses vital warga. Maka kita harus bergerak cepat. Kita ingin kemacetan bisa terurai, dan fasilitas publik tidak rusak,” tegas Wahyu.

Relokasi ke Selatan, Masa Transisi 3 Tahun

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot telah menyiapkan lahan kosong di sisi selatan pasar untuk menampung seluruh pedagang yang terdampak penertiban. Mereka akan diberi ruang dengan sistem pembagian coupling secara merata. Para pedagang juga diberi keleluasaan untuk membangun kiosnya sendiri secara mandiri.

“Penertiban ini kita mulai hari ini. Beberapa sudah mulai bongkar sendiri, nanti ada juga yang menyusul besok. Mereka akan bangun sendiri dan menempati tempat baru. Kita targetkan pembangunan ini bisa selesai dalam satu bulan,” jelas Wahyu.

Masa relokasi ini akan berlangsung selama tiga tahun, sembari menunggu selesainya revitalisasi total kawasan Pasar Induk Gadang. Setelah revitalisasi rampung, para pedagang akan dipulangkan ke lokasi semula yang telah ditata ulang dengan lebih tertib dan aman.

“Sementara 3 tahun di selatan. Saya terus berupaya agar revitalisasi pasar Gadang bisa dipercepat. Kalau selesai, mereka bisa kembali. Jadi ini solusi jangka pendek dan jangka panjang,” tambahnya.

Respons Warga dan Harapan Baru

Langkah tegas Wali Kota Wahyu mendapat dukungan dari warga sekitar. Mereka menilai pembongkaran ini sebagai solusi konkret atas masalah macet yang telah berlangsung bertahun-tahun.

“Kalau pagi dan sore itu macetnya parah sekali. Jalanan sempit, banyak yang parkir sembarangan. Harapannya dengan penataan ini, akses bisa lebih lancar,” ujar Budi Santoso, warga sekitar Pasar Gadang.

Dengan proyek ini, Pemerintah Kota Malang berharap kawasan Pasar Induk Gadang bisa menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman, baik untuk pedagang maupun pengunjung. Jembatan bisa digunakan dengan optimal, jalan tidak rusak, dan arus lalu lintas menjadi lebih lancar. (mit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *