Sudutkota.id – Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Jombang, Jawa Timur, membentuk pasukan khusus bernama Tim Buroq.
Tim ini disiapkan sebagai pasukan reaksi cepat untuk membantu pemudik yang mengalami kondisi darurat di jalan.
Tim Buroq akan bertugas selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Jombang.
Kasatlantas Polres Jombang, Anjar Rahmad Putra, mengatakan sebanyak 26 personel Turjawali diterjunkan dalam tim tersebut. Para personel juga telah mendapatkan pelatihan medis dari RS Dokter Yoga.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan agar anggota mampu memberikan pertolongan pertama kepada pemudik yang mengalami kondisi darurat di jalan, baik akibat kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kesehatan.
“Personel kami dilatih untuk melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan, termasuk penanganan awal kondisi medis darurat seperti serangan jantung sebelum tim medis tiba di lokasi,” ujar Anjar, Selasa (10/3/2026).
Selain dibekali kemampuan medis dasar, anggota Tim Buroq juga mendapatkan pelatihan teknis untuk membantu pemudik yang mengalami kendala kendaraan selama perjalanan mudik.
Beberapa penanganan yang dapat dilakukan di antaranya mengganti ban bocor, melakukan jumper aki, hingga membantu membuka pintu mobil yang terkunci dalam kondisi darurat.
“Anggota kami dilatih untuk menangani masalah teknis seperti mengganti ban bocor, jumper aki, sampai membantu membuka pintu mobil yang terkunci,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, Tim Buroq menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat sehingga dapat dengan cepat menjangkau lokasi kejadian, termasuk saat terjadi kemacetan.
Wilayah patroli tim ini mencakup jalur arteri Kabupaten Jombang hingga ruas tol yang melintas di wilayah Jombang, yang menjadi jalur utama pergerakan pemudik selama musim mudik Lebaran.
Masyarakat atau pemudik yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi Call Center 110 milik Kepolisian. Laporan yang masuk akan langsung diteruskan kepada personel Tim Buroq yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.
“Harapannya, kehadiran tim ini bisa memberikan rasa aman bagi pemudik. Sebelum bantuan medis atau teknisi profesional datang, anggota kami sudah dapat memberikan tindakan penyelamatan awal,” pungkas Anjar.





















