Sudutkota.id– Pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus dikebut pemerintah daerah guna mengejar target penyelesaian.
Hingga Selasa (27/1/2026) kemarin, tercatat progres pembangunan fisik KDKMP telah mencapai 169 titik lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang, Hari Purnomo, mengatakan meski progres berjalan signifikan, masih terdapat 137 desa yang belum memulai pembangunan KDKMP.
“Dari 137 desa itu, sekitar 30 desa masih dalam tahap verifikasi data karena benar-benar tidak memiliki lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan KDKMP,” ujar Hari, Kamis (29/1/2026).
Selain persoalan ketersediaan lahan, kendala utama juga dihadapi desa yang sebenarnya telah memiliki lokasi.
Tercatat 107 desa mengalami keterbatasan anggaran persiapan lahan, seperti pekerjaan urug tanah hingga proses clean and clear.
“Termasuk 14 desa yang mengajukan permohonan pemanfaatan aset Pemerintah Daerah (Pemda),” imbuhnya.
Saat ini, proses permohonan pemanfaatan aset Pemda masih berlangsung di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jombang.
Tahapan meliputi pengecekan dokumen administrasi, verifikasi lapangan, hingga kajian yuridis formal untuk memastikan kesesuaian regulasi.
Untuk mengatasi keterbatasan lahan, Pemkab Jombang memberikan kelonggaran persyaratan.
Luas lahan minimal pembangunan KDKMP kini dapat diturunkan menjadi 600 meter persegi.
“Dengan berbagai penyesuaian tersebut, target 169 pembangunan fisik KDKMP ditargetkan tuntas paling lambat akhir Maret 2026,” tegas Hari.
Namun demikian, operasional koperasi pasca rampungnya pembangunan fisik masih menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah pusat.
Aturan tersebut nantinya akan mengatur mekanisme pengelolaan serta program kerja KDKMP agar dapat berjalan optimal.
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.






















