Sudutkota.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa penyelenggaraan Proliga Bola Voli 2026 di GOR Ken Arok menjadi momentum strategis bagi Kota Malang, tidak hanya dalam pengembangan olahraga prestasi, tetapi juga sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Menurut Wahyu, event olahraga nasional seperti Proliga memiliki daya tarik besar karena mampu menghadirkan ribuan penonton dari luar daerah, yang berdampak langsung pada tingkat hunian hotel, sektor kuliner, hingga UMKM.
“Proliga ini bukan sekadar pertandingan olahraga, tapi juga bagian dari promosi Kota Malang. Kita ingin Malang dikenal sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah event nasional dan sport tourism,” ujar Wahyu saat ditemui di sela pertandingan, Kamis (5/2/2026) malam.
Wahyu juga menilai antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi sinyal positif bagi masa depan olahraga bola voli di Kota Malang. Ia berharap, kehadiran pemain-pemain nasional dapat memotivasi generasi muda untuk menekuni olahraga voli secara serius.
Laga sektor putri antara Jakarta Elektrik PLN Mobil melawan Jakarta Pertamina Enduro menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian. Dalam pertandingan tersebut, Wali Kota Malang tampak menyaksikan langsung jalannya laga dengan penuh konsentrasi, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi, serta sejumlah pejabat OPD.
Pertandingan berlangsung cukup menegangkan, namun Jakarta Pertamina Enduro tampil dominan dengan mengandalkan pemain andalannya, Megawati Hangestri Pertiwi bernomor punggung 8. Tim asal Jakarta itu berhasil mengunci kemenangan tiga set langsung dengan skor 13–25, 21–25, dan 17–25.
Sementara itu, Kadisporapar Kota Malang Baihaqi menjelaskan bahwa Proliga Bola Voli 2026 di GOR Ken Arok digelar selama empat hari, mulai 5 hingga 8 Februari 2026, dengan melibatkan sejumlah tim papan atas nasional.
Menurut Baihaqi, penunjukan Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Proliga merupakan bentuk kepercayaan sekaligus peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Selama empat hari pelaksanaan, perputaran ekonomi cukup terasa. Penonton datang dari berbagai daerah, hotel terisi, restoran ramai, dan UMKM ikut bergerak. Ini bukti bahwa event olahraga punya dampak nyata bagi pariwisata,” ungkap Baihaqi.
Ia menambahkan, Pemkot Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga, agar ke depan Kota Malang semakin siap menggelar event berskala nasional maupun internasional.






















