Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat fondasi pembangunan olahraga sejak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Turnamen Futsal Piala Wali Kota Malang Cup tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) yang resmi digelar di GOR Ken Arok, Sabtu (3/1/2026).
Turnamen ini diikuti 29 tim futsal SD dan MIN se-Malang Raya dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (4/1/2026). Ajang tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, disaksikan jajaran pemerintah daerah, pengurus KONI Kota Malang, pelatih, serta para orang tua peserta.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa Piala Wali Kota Cup bukan hanya kompetisi tahunan, melainkan bagian dari strategi pembinaan olahraga jangka panjang yang dirancang untuk menjaring bibit atlet potensial sejak bangku sekolah dasar.
“Hari ini saya membuka Piala Wali Kota Cup futsal untuk SD dan MIN. Saya mengapresiasi kegiatan ini karena memang saat ini kita sedang fokus mencari bibit atlet sejak usia dini. Regenerasi atlet harus dimulai dari sekarang agar ke depan Kota Malang tidak kekurangan talenta,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, olahraga berbasis sekolah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Malang. Melalui turnamen seperti ini, anak-anak tidak hanya berlatih, tetapi juga menguji hasil latihan melalui kompetisi yang sehat dan terarah.
“Dari pertandingan ini kita bisa melihat kemampuan mereka, mulai dari teknik dasar, kekompakan tim, strategi yang dilatih oleh para pelatih, hingga mental bertanding. Anak-anak juga belajar mengevaluasi kekurangan dan terus berkembang,” jelasnya.
Selain aspek prestasi, Wahyu menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, dan kesehatan sebagai nilai utama dalam olahraga usia dini.
“Menang dan kalah itu biasa. Yang lebih penting adalah menjaga sportivitas, menghargai lawan, serta membentuk kebiasaan hidup sehat sejak kecil. Itu bekal penting untuk masa depan mereka,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Sekretaris KONI Kota Malang, Joko Purwo Santoso, menjelaskan bahwa turnamen futsal SD–MIN ini selaras dengan peta jalan pembinaan olahraga Kota Malang menuju target prestasi daerah.
“KONI Kota Malang memiliki target besar, yakni menjadi juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada tahun 2031. Untuk mencapai itu, pembinaan harus dimulai dari usia dini, melibatkan seluruh cabang olahraga,” kata Joko.
Ia memaparkan, dalam jangka menengah, Kota Malang juga tengah mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2027 di Surabaya. Pada tahun 2026, KONI Kota Malang akan menjalankan program pra-pusat latihan kota (pra-puslatkot) sebagai tahapan penjaringan atlet potensial.
“Atlet-atlet yang terjaring dari pra-puslatkot nantinya akan masuk puslatkot dan dipersiapkan secara intensif menghadapi Porprov 2027. Sementara atlet senior yang sudah berprestasi tetap menjadi tulang punggung,” ungkapnya.
Joko menambahkan, keterlibatan sekolah dan madrasah dalam kompetisi olahraga menjadi kunci sukses pembinaan jangka panjang, karena dari sanalah karakter, mental, dan dasar teknik atlet dibentuk.
Turnamen Piala Wali Kota Cup futsal tingkat SD dan MIN ini diawali dengan babak penyisihan pada Sabtu, sementara babak semifinal dan final dijadwalkan berlangsung pada Minggu (4/1/2026). Panitia berharap ajang ini mampu melahirkan talenta-talenta futsal muda yang kelak mengharumkan nama Kota Malang di tingkat regional maupun nasional.






















