Sudutkota.id – Sebuah video yang viral di media sosial Instagram memantik sorotan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Video tersebut memperlihatkan penyaluran bantuan MBG ke SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, yang disebut-sebut tidak memiliki siswa aktif.
Dalam rekaman yang diklaim diambil pada Senin (19/1/2026) itu, perekam video menyatakan menyaksikan langsung proses penurunan bantuan MBG di sekolah tersebut. Namun, menurut pengakuannya, tidak tampak aktivitas belajar-mengajar maupun keberadaan siswa di lokasi sekolah.
“Di SDN Batoporo Timur 1 ini tidak ada siswa yang aktif. Tidak pernah ada proses belajar-mengajar,” ujar perekam video dalam rekaman tersebut.
Selain itu, dalam narasi video disebutkan hanya terdapat empat guru yang berada di sekolah, meski berdasarkan data yang dimilikinya jumlah guru tercatat sebanyak delapan orang. Perekam juga menyoroti penggunaan smart panel sekolah yang justru digunakan untuk memutar musik dangdut, alih-alih menunjang kegiatan pembelajaran.
Ia pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang serta pengawas sekolah di Kecamatan Kedungdung untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.
Video tersebut sontak menuai beragam reaksi dari warganet dan memicu perbincangan luas terkait akurasi data penerima MBG serta transparansi pelaksanaan program nasional tersebut di tingkat daerah.
Disdik Sampang Angkat Bicara
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membenarkan adanya penggunaan smart panel di SDN Batoporo Timur 1 Kedungdung yang tidak sesuai peruntukan.
Yusuf mengaku sangat menyayangkan tindakan tersebut. Menurutnya, smart panel merupakan fasilitas negara yang disediakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa, bukan untuk kepentingan hiburan.
“Kami sangat menyesalkan penggunaan fasilitas negara berupa smart panel yang justru dipakai untuk bersenang-senang dengan menyetel musik dangdut,” ujar Yusuf, Rabu (21/1/2026).
Ia mengungkapkan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi sekolah untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran di lapangan, Yusuf membenarkan adanya peristiwa sebagaimana yang terekam dalam video.
“Saya sudah ke lokasi, menanyakan langsung ke beberapa guru dan juga ke warga sekitar sekolah,” jelasnya.
Terkait isu tidak adanya siswa, Yusuf menegaskan bahwa SDN Batoporo Timur 1 Kedungdung masih memiliki murid. Namun, kegiatan belajar-mengajar tidak berlangsung setiap hari.
“Memang ada muridnya, tapi aktivitas belajarnya berlangsung pada hari Jumat,” ungkapnya.
Meski demikian, Yusuf mengaku belum dapat menggali persoalan tersebut secara mendalam. Hal itu lantaran banyaknya koordinasi yang harus dilakukan dengan berbagai pihak.
“Saya belum bisa mengorek terlalu jauh karena banyak panggilan masuk, mulai dari Danramil hingga Kejaksaan terkait informasi ini,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang memastikan akan memanggil Kepala SDN Batoporo Timur 1 Kedungdung pada Rabu (21/1/2026) untuk dimintai klarifikasi dan dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Nanti kepala sekolah akan kami panggil untuk kita dalami apa saja yang perlu diklarifikasi dan dievaluasi,” tegas Yusuf.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menegaskan akan melakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku agar pemanfaatan fasilitas pendidikan ke depan benar-benar sesuai dengan peruntukannya.






















