Sudutkota.id – Semangat kebersamaan menyelimuti Stadion Merdeka Kabupaten Jombang, Sabtu 3 Desember 2025, pagi, saat keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag) Jombang memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80.
Peringatan HAB ke-80 Kemenag Jombang tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, yang menjadi penegasan komitmen Kementerian Agama dalam menjaga harmoni umat beragama sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Jombang Warsubi membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Upacara dihadiri Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, Sekda Jombang Agus Purnomo, serta Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir.
Kehadiran tokoh lintas agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Baznas, hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan seperti PCNU dan LDII, semakin menegaskan Jombang sebagai miniatur harmoni Indonesia.
Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Bupati Warsubi, ditegaskan bahwa perjalanan 80 tahun Kementerian Agama merupakan bukti kemampuan lembaga dalam beradaptasi dengan dinamika zaman.
“Memasuki tahun 2026, Kemenag mengusung fokus besar “Kemenag Berdampak”, yakni menghadirkan layanan keagamaan yang nyata dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Warsubi.
Transformasi digital menjadi kunci utama. Pelayanan keagamaan kini tidak lagi terbatas pada sekat birokrasi, melainkan bergerak menuju sistem digital yang lebih cepat, transparan, dan menjangkau lapisan masyarakat hingga akar rumput.
“Kehadiran Kementerian Agama adalah untuk menjaga nalar agama tetap berjalan seiring dengan nalar kebangsaan. Agama harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar urusan administrasi,” ujar Bupati Warsubi saat membacakan pesan Menteri Agama.
Dalam amanat tersebut juga disinggung pentingnya kedaulatan Artificial Intelligence (AI). Terinspirasi dari kejayaan Baitul Hikmah, para ASN Kementerian Agama didorong untuk menjadi pelaku utama di era digital, bukan sekadar penonton.
Menteri Agama berpesan agar jajaran Kemenag aktif mengisi ruang digital dan algoritma masa depan dengan konten keagamaan yang sejuk, moderat, dan valid, sehingga teknologi kecerdasan buatan tetap berlandaskan nilai kemanusiaan dan ketuhanan, terutama di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
Suasana haru mewarnai prosesi penganugerahan Satya Lencana Karya Satya kepada ASN Kemenag Jombang yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi negara atas dedikasi dan pengabdian dalam melayani umat dan masyarakat.
Upacara peringatan HAB ke-80 Kemenag Jombang ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar Kabupaten Jombang senantiasa menjadi daerah yang rukun, damai, dan sejahtera.
Peringatan ini menegaskan bahwa dengan semangat agile, adaptif, dan responsif, Kementerian Agama siap mengawal Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.






















