Sudutkota.id– Peristiwa kaki anak terjepit teralis bangku di depan RSUD Jombang, Jawa Timur menyita perhatian publik. Hal ini dikarenakan kejadian tersebut terjadi di area publik.
Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu 10 Januari 2026 kemarin, dan mendapat penanganan cepat dari Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jombang.
Peristiwa itu melibatkan seorang anak yang kakinya tersangkut di celah besi teralis bangku yang berada di area depan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas, menjelaskan kejadian bermula saat korban yang masih berusia anak-anak tidak sengaja memasukkan kakinya ke sela besi teralis bangku.
Tanpa disadari, kaki korban tersangkut dan tidak bisa ditarik keluar, sehingga membuat anak tersebut panik dan menarik perhatian warga sekitar lokasi.
“Korban yang masih anak-anak tidak sengaja kakinya masuk dan terjepit di antara besi teralis bangku,” ujar Wiku, Minggu 11 Januari 2026.
Melihat kaki anaknya terjepit, orang tua korban sempat berusaha melepaskan secara mandiri. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena posisi kaki korban cukup sulit untuk dikeluarkan.
“Orang tua korban sempat membantu menarik kaki korban, namun kesulitan saat dilepas,” ungkapnya.
Karena tidak kunjung berhasil, orang tua korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Jombang. Laporan diterima petugas pada pukul 11.27 WIB.
“Begitu laporan kami terima, regu piket Pos Damkar Jombang langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” jelas Wiku.
Ia mengaku respons cepat ditunjukkan petugas. Dalam waktu kurang dari lima menit, tim Damkar sudah tiba di depan RSUD Jombang dan langsung melakukan penanganan.
Petugas menggunakan peralatan khusus agar proses evakuasi berjalan aman dan tidak menimbulkan cedera tambahan pada korban.
Berkat kerja cepat dan profesional, kaki anak yang terjepit teralis bangku berhasil dilepaskan pada pukul 11.45 WIB. Proses evakuasi berjalan lancar dan situasi di lokasi kembali kondusif.
“Korban berhasil dievakuasi, kakinya terlepas dari jepitan, dan kondisinya dinyatakan aman,” pungkas Wiku.






















