Nasional

Siap Penuhi Arahan Kiai Sepuh NU, Gus Yahya Silaturahmi ke Tebuireng Jombang

73
×

Siap Penuhi Arahan Kiai Sepuh NU, Gus Yahya Silaturahmi ke Tebuireng Jombang

Share this article
Gus Yahya bersilaturahmi ke Pesantren Tebuireng Jombang
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat di Tebuireng, Jombang. (Foto: Sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Ketua Umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2025).

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah menguatnya seruan islah PBNU dari para kiai sepuh yang ada di beberapa wilayah termasuk di Jawa Timur.

Rombongan Gus Yahya tiba sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung menuju makam para masyayikh Tebuireng untuk berziarah.

Usai ziarah, rombongan menunaikan salat zuhur di masjid pesantren sebelum menggelar pertemuan tertutup dengan pengasuh Tebuireng di tenda Ndalem Kasepuhan.

Dalam keterangannya, Gus Yahya menegaskan kesiapannya memenuhi permintaan dan arahan para kiai sepuh NU.

“Para pinisepuh, kiai sepuh, saya tetap apa pun nanti diminta saya siap. Apa pun yang ditanyakan saya siap jawab. Semua dokumen dan berkas saya bawa. Mudah-mudahan ini menjadi awal jalan penyelesaian,” ujarnya.

Terlihat, sejumlah pengurus harian PBNU turut mendampingi Gus Yahya dalam agenda silaturahmi tersebut, di antaranya:

  1. Katib ‘Aam PBNU, KH Said Asrori
  2. Syuriah PBNU, Ali Akbar Marbun
  3. Katib PBNU, KH Muhammad Aunullah A’la Habib
  4. Bendahara Umum PBNU, Sumantri Suwarno
  5. Sekjen PBNU, Amin Said Husni

Kunjungan tersebut merupakan undangan resmi Pesantren Tebuireng kepada para mustasyar PBNU bersama Ketua Umum.

Dalam surat undangan yang ditandatangani Pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Ndalem Kasepuhan pada pukul 13.00–15.00 WIB.

Pihak pesantren menyampaikan bahwa silaturahmi ini bertujuan mempererat komunikasi dan koordinasi antara para mustasyar dengan pimpinan PBNU. Kehadiran tokoh-tokoh penting NU diharapkan memberikan arahan dalam menghadapi dinamika organisasi.

Perlu diketahui sebelumnya, Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyerukan pentingnya islah sebagai langkah penyelesaian konflik internal PBNU yang memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Para kiai sepuh meminta semua pihak menahan diri demi menjaga marwah jam’iyah.

Juru bicara Forum Sesepuh NU, K.H. Oing Abdul Muid Sohib, mengatakan para kiai telah menggelar pertemuan khusus membahas kondisi internal yang terjadi.

“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di PBNU saat ini, dan semuanya berharap bisa segera terjadi islah,” ujarnya di Kediri, Minggu (30/11/2025).

Pertemuan tersebut diprakarsai dua tokoh, yakni K.H. Anwar Manshur dari Pesantren Lirboyo dan K.H. Nurul Huda Djazuli dari Pesantren Al Falah Ploso.

Forum ini mendorong penyelesaian berbasis musyawarah dan persatuan agar dinamika internal PBNU tidak mengganggu tugas keumatan dan kebangsaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *