Sudutkota.id – Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul serangan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Kantor berita Tasnim dan Fars News Agency menyebut Khamenei meninggal dunia. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait kronologi maupun lokasi pasti insiden yang menyebabkan wafatnya pemimpin tertinggi tersebut.
Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional serta tujuh hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan. Keputusan itu diumumkan tak lama setelah kabar duka beredar luas di media dalam negeri.
Sebelumnya, laporan The New York Times mengungkap citra satelit dari Airbus Defence and Space yang menunjukkan kerusakan parah di kompleks Beit-e Rahbari di Teheran, Sabtu (28/2/2026). Bangunan utama di kompleks tersebut dilaporkan hancur total akibat serangan.
Beit-e Rahbari dikenal sebagai kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus lokasi strategis untuk menerima pejabat senior negara. Berdasarkan analisis foto udara, struktur bangunan dan perimeter keamanan di sekitarnya tampak rata dengan tanah.
Pola kawah dan dampak ledakan disebut konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster), senjata yang dirancang untuk menembus beton bertulang dan menghancurkan fasilitas bawah tanah.
Selain Khamenei, media pemerintah Iran melaporkan putri, menantu, serta cucunya turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun, belum ada verifikasi independen atas laporan itu.
Serangan yang sama juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 108 orang tewas di sebuah sekolah di Iran selatan. Secara keseluruhan, korban jiwa disebut mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Februari melalui media sosial menyatakan Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer besar-besaran oleh AS dan Israel. Pernyataan tersebut mengindikasikan Washington mengklaim telah mengonfirmasi kematian itu dalam operasi gabungan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut terdapat banyak tanda bahwa Khamenei tidak lagi hidup.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC menyatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Khamenei masih hidup.
Perbedaan pernyataan ini memunculkan simpang siur informasi mengenai kondisi sebenarnya pemimpin tertinggi Iran tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci kronologi kejadian maupun konfirmasi independen atas laporan kematian tersebut.






















