Sudutkota.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Torongrejo 2 di Jalan Alternatif Batu-Malang, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo resmi menjalani running perdana, Senin (12/1/2026).
Operasional awal tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Pemenuhan Gizi Nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto guna meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Pada pengiriman perdana, SPPG Torongrejo 2 mendistribusikan lebih dari seribu porsi makanan ke sejumlah satuan pendidikan. Rinciannya, KBI Imanuel menerima 32 porsi, TK Imanuel 102 porsi, SD Imanuel 318 porsi, SMP Imanuel 235 porsi, serta SMA Imanuel 383 porsi.
Menu pertama yang disajikan meliputi ayam laos, tempe orek, capcay, dan pisang uli. Distribusi dilakukan dalam tiga tahap waktu, yakni pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, dan 12.30 WIB, menyesuaikan jadwal makan peserta didik.
Asisten Lapangan SPPG Torongrejo 2, Jefre Yanuar, menyampaikan bahwa running perdana didahului persiapan intensif selama dua minggu, terutama untuk memastikan standar kebersihan dan kelayakan fasilitas.
“General cleaning kami lakukan empat kali hingga tahap finishing. Fasilitas pendukung seperti IPAL, tandon air, AC, dan kipas angin telah dilengkapi untuk menjamin keamanan dan higienitas pangan,” ujarnya.
Sebanyak 35 relawan dilibatkan dalam operasional, terdiri dari tim distribusi, pengolahan, persiapan, pemorsian, kebersihan, hingga keamanan.
“Dari sisi sumber daya manusia, sekitar 80 persen tenaga berasal dari relawan lokal, sementara 20 persen merupakan tenaga ahli, termasuk ahli gizi dan akuntansi, yang penempatannya berasal dari pemerintah,” ujarnya.
Lalu, pengelolaan sampah dilakukan secara terpilah, dengan sampah nonorganik disalurkan ke bank sampah setempat, sementara sampah organik dimanfaatkan oleh peternak bebek di sekitar lokasi.
“Kami berharap melalui running perdana ini, SPPG Torongrejo 2 bisa menjadi bagian penting dalam menyukseskan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dan tak kalah penting memberdayakan masyarakat setempat,” tuturnya.






















