Daerah

Pro Kontra MBG Saat Ramadan, DPRD Kota Malang Tegaskan Ini

11
×

Pro Kontra MBG Saat Ramadan, DPRD Kota Malang Tegaskan Ini

Share this article
Suasana pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa sekolah dasar di dalam kelas. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Pro kontra pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan mencuat di tengah masyarakat. Isu yang berkembang menyebut pembagian makanan di sekolah dapat dianggap mengajarkan anak-anak untuk tidak berpuasa. Namun DPRD Kota Malang menegaskan anggapan tersebut tidak tepat.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo, menegaskan bahwa program MBG merupakan kewajiban negara dalam menjaga pemenuhan nutrisi anak, bukan bentuk pembiaran atau ajakan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.

“Ini murni soal pemenuhan gizi. Bukan mengajarkan anak tidak berpuasa. Justru saat Ramadan, asupan nutrisi tetap harus dijaga agar kesehatan anak-anak tidak terganggu,” tegasnya, Kamis (19/2).

Menurutnya, yang perlu disesuaikan hanyalah skema pembagian. Jika pada hari biasa makanan dibagikan siang hari untuk langsung dikonsumsi, selama Ramadan menu bisa berupa makanan kering atau yang tahan lama sehingga dapat dibawa pulang untuk berbuka puasa.

“Bisa diimbau anak membawa kotak makan dari rumah. Makanan dibagikan, lalu dibawa pulang untuk buka. Jadi tidak dikonsumsi di sekolah saat jam puasa,” jelasnya.

Komisi D juga memberikan catatan teknis kepada dapur penyedia agar memperhatikan kualitas bahan makanan. Produk yang mudah basi seperti susu segar perlu alternatif, misalnya susu kedelai, olahan kacang, atau minuman tradisional bernilai gizi yang lebih aman distribusinya.

Selain menjaga kualitas, DPRD melihat program ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam penyediaan bahan pangan, mulai dari sayuran, olahan kacang, hingga produk minuman sehat berbasis kearifan lokal.

Terkait munculnya penolakan di sejumlah kalangan, Ginanjar menilai perlu ada edukasi dan sosialisasi yang lebih masif dari sekolah dan pemerintah agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Jangan sampai program yang tujuannya baik justru dipelintir menjadi isu yang tidak tepat. Ramadan adalah momentum menjaga ibadah sekaligus menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPRD akan tetap mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan tepat sasaran, adaptif selama Ramadan, serta tetap menghormati nilai-nilai keagamaan.

“Intinya program tetap jalan, gizinya tetap tersalurkan, dan tidak ada maksud mengajarkan anak untuk tidak berpuasa,” pungkasnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *