Nasional

Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Tekankan Persatuan

10
×

Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Tekankan Persatuan

Share this article
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat tiba di Stadion Gajayana Malang untuk menghadiri Mujahadah Satu Abad Nahdlatul Ulama. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri secara langsung Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026). Kehadiran Presiden RI ke-8 tersebut menjadi perhatian utama ratusan ribu jamaah NU yang memadati stadion sejak pagi hari.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengawali pidato dengan mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta menyampaikan shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pembawa risalah agama dan peradaban hingga akhir zaman.

Presiden kemudian menyampaikan penghormatan kepada para ulama dan tokoh nasional yang hadir, di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, jajaran PBNU, PWNU Jawa Timur, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pimpinan MPR RI, para menteri kabinet, Panglima TNI, Kapolri, serta seluruh tamu undangan.

Prabowo mengaku merasa bahagia dan terhormat berada di tengah-tengah keluarga besar NU. Ia menyebut suasana Mujahadah Kubro sebagai momentum yang sejuk, penuh persaudaraan, dan sarat nilai kebangsaan.

“Saya selalu bahagia berada di tengah-tengah NU. Saya merasakan kesejukan, persaudaraan, dan kuatnya peran ulama dalam menjaga bangsa ini,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para kiai dan ulama NU. Ia mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan pasca 17 Agustus 1945 dipimpin oleh para ulama yang menolak tunduk kepada penjajah.

“Tidak ada bangsa yang bisa berdiri kuat jika para pemimpinnya tidak rukun. Kita boleh bersaing, boleh berbeda, tapi di ujungnya seluruh pemimpin bangsa harus bersatu demi Indonesia,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kemakmuran tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian, dan perdamaian hanya bisa dijaga jika seluruh elemen bangsa kompak serta menjauhkan diri dari sikap saling membenci dan saling menjatuhkan.

Masuk pada agenda pemerintahan, Prabowo menegaskan komitmennya menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya tujuan nasional pertama, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perlindungan tersebut, menurutnya, mencakup perlindungan dari ancaman fisik, kemiskinan, kelaparan, serta keterbatasan akses pendidikan.

“Melindungi rakyat berarti melindungi mereka dari kemiskinan, dari kelaparan, dan dari ketidakadilan,” kata Prabowo.

Ia mengungkapkan bahwa setelah menjabat Presiden, dirinya mempelajari kondisi riil bangsa dan menemukan masih banyak kekayaan negara yang bocor dan dibawa ke luar negeri. Prabowo menegaskan tidak akan ragu menindak praktik penyelewengan tersebut.

“Yang benar harus kita katakan benar, yang salah harus kita katakan salah. Saya tidak akan mundur setapak pun,” tandasnya.

Di hadapan para ulama, Prabowo memaparkan sejumlah capaian dan target besar pemerintah, di antaranya swasembada beras, menyusul swasembada jagung, serta penurunan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga telah menjalankan program makan bergizi bagi lebih dari 60 juta penerima manfaat, yang ditargetkan meningkat menjadi 82,3 juta penerima pada tahun 2026.

Selain itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan lapangan pekerjaan, membangkitkan industri nasional, serta membangun jutaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Presiden juga mengumumkan rencana strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, yang disebut sebagai yang pertama dalam sejarah. Menurutnya, pemerintah Arab Saudi memberikan izin khusus kepada Indonesia untuk memiliki lahan di Kota Suci Mekkah.

“Semua jamaah haji dan umrah Indonesia nantinya akan mendapatkan hunian yang layak. Biaya haji akan kita turunkan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada NU atas peran konsisten dalam menjaga toleransi antarumat beragama. Ia menyinggung kontribusi lintas agama di Jawa Timur, termasuk keterlibatan gereja dalam mendukung suksesnya acara Satu Abad NU di Kota Malang.

“NU selalu menjadi contoh dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kedamaian bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *