Pendidikan

Pemkab Jombang Percepat Perbaikan Ruang Kelas Rusak di SDN Plosogenuk 1

107
×

Pemkab Jombang Percepat Perbaikan Ruang Kelas Rusak di SDN Plosogenuk 1

Share this article
Pelajar SDN Plosogenuk 1 saat belajar di area parkiran. (Foto: Sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.

Salah satu langkah nyata adalah percepatan perbaikan ruang kelas rusak di SDN Plosogenuk 1 Kecamatan Perak, setelah bangunan mengalami kerusakan dan memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke area parkir.

Perbaikan ruang kelas sudah mulai dikerjakan sejak Kamis 13 November 2025. Upaya cepat ini dilakukan agar proses pembelajaran dapat segera kembali berlangsung di ruang kelas yang layak dan aman bagi siswa.

“Mulai kemarin proses perbaikan sudah berjalan. Kemarin pembelajaran dilakukan di parkiran. Kami bergerak cepat supaya segera selesai dan siswa bisa kembali belajar di ruang kelas,” ujar Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, Minggu 16 November 2025.

Percepatan penanganan sekolah rusak ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jombang Warsubi, yang meminta jajarannya menindaklanjuti setiap laporan kerusakan bangunan sekolah demi menjamin keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik di Jombang,” tegasnya.

Pemkab Jombang juga memastikan bahwa proses monitoring perbaikan sekolah dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh ruang kelas dinyatakan aman digunakan.

“Perbaikan akan kami kawal karena ini demi masa depan anak didik kita,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi bangunan SDN Plosogenuk 1 Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur semakin memprihatinkan.

Kerusakan parah yang terjadi sejak tahun lalu membuat para siswa terpaksa belajar di parkiran sepeda setiap hari sejak Januari 2025.

Kepala SDN Plosogenuk 1 Jombang, Lusi Dian Winari, mengungkapkan kerusakan mulai tampak parah sejak 2024. “Awalnya hanya plafon yang ambrol, tapi setelah dicek ternyata bagian kayu di atasnya sudah rapuh karena dimakan rayap,” ujarnya, Kamis 7 November 2025.

Menurut Lusi, awalnya pihak sekolah sempat melakukan perbaikan sementara. Namun, setelah plafon lain ikut ambrol, kondisi bangunan diketahui sudah tidak layak pakai. Bahkan lemari besi tempat menyimpan buku pun habis dimakan rayap.

“Kerusakannya bukan cuma di atap, tapi juga di kusen jendela yang keropos parah. Akhirnya ruang kelas dikosongkan demi keamanan siswa,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *