Daerah

Mutasi Pejabat Pemkot Batu Dipuji, Dinilai Penting Cegah ‘Kerajaan Kecil’ di Birokrasi

140
×

Mutasi Pejabat Pemkot Batu Dipuji, Dinilai Penting Cegah ‘Kerajaan Kecil’ di Birokrasi

Share this article
Mutasi jabatan di Pemkot Batu. (Foto: Sudutkota.id/Pemkot Batu)

Sudutkota.id – Langkah Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto melakukan mutasi dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Batu pada Rabu (21/1/2026) kemarin mendapat apresiasi dari pemerhati sosial dan pemerintahan, Maryunani.

Dirinya menilai mutasi merupakan proses penting dan tak terpisahkan dalam organisasi pemerintahan untuk menjaga birokrasi tetap selaras dengan visi dan misi kepala daerah. Menurutnya, mutasi bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan strategi manajemen sumber daya manusia agar birokrasi berjalan dinamis, efektif, dan profesional.

“Mutasi harus berbasis pada pengembangan karier dan kompetensi, sekaligus sebagai penyegaran agar tidak terjadi stagnasi, kejenuhan, atau munculnya ‘kerajaan kecil’ akibat terlalu lama menjabat di satu posisi,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Ia mengapresiasi pelantikan pejabat yang dilakukan pada 21 Januari 2026 tersebut sebagai mutasi pertama di tahun awal kepemimpinan Nurochman-Heli. Meski dinilai relatif terlambat, langkah itu dianggap penting untuk menjaga keseimbangan sistem birokrasi, termasuk mendorong regenerasi aparatur sipil negara (ASN).

Maryunani juga menyoroti jabatan Sekretaris Kota Batu yang telah dijabat lebih dari enam tahun lintas tiga periode kepemimpinan.

“Dorongan mutasi, bukan didasari kepentingan personal, melainkan untuk menjaga iklim kerja tetap sehat dan menghindari disharmoni birokrasi maupun potensi penyalahgunaan kewenangan,” paparnya.

Menurutnya, tantangan besar Pemkot Batu ke depan adalah persoalan regenerasi ASN. Banyak pejabat senior mendekati masa pensiun, sementara ASN muda masih minim pengalaman dan ruang kepemimpinan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.

Selain itu, Maryunani mengingatkan persoalan efektivitas pengelolaan anggaran. Enam tahun berturut-turut, APBD Kota Batu mencatat sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) dengan nilai besar. Hal tersebut dinilai sebagai indikator perlunya perbaikan kinerja perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

“Dengan mutasi ini, kami berharap pejabat yang baru dilantik mampu bekerja lebih efektif dan profesional, serta menghadirkan pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *