Sudutkota.id – Guna mencegah potensi kembalinya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus menggencarkan vaksinasi PMK secara massif di seluruh kecamatan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim hujan, periode yang kerap meningkatkan risiko penularan penyakit pada sapi.
Vaksinasi difokuskan pada sapi potong dan sapi perah yang menjadi populasi ternak terbesar di Jombang. Sepanjang tahun 2025, total 74.775 dosis vaksin PMK telah didistribusikan dan disuntikkan kepada ternak di lapangan.
Kepala Dinas Peternakan Jombang, Mochamad Saleh, menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya menyediakan vaksin, tetapi juga dukungan kesehatan lain seperti vitamin, obat cacing, desinfektan, serta berbagai obat-obatan untuk menjaga kondisi ternak.
“Vaksinasi ini penting bukan hanya untuk pencegahan penularan penyakit, tetapi juga langkah konkret untuk menjaga populasi ternak di Jombang,” tegas Saleh, Sabtu (22/11/2025).
Ia memastikan bahwa hingga saat ini Jombang masih mempertahankan status zero case PMK sejak kasus terakhir tercatat pada akhir Maret 2025. “Saat ini populasi sapi di Kabupaten Jombang mencapai lebih dari 52.000 ekor,” ujarnya.
Saleh menambahkan bahwa realisasi vaksinasi sudah hampir mencapai target penuh, yakni 74.430 dosis atau 99,54 persen dari total stok vaksin PMK yang diterima pemerintah daerah.
“Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi terbentuknya kekebalan komunal pada ternak rentan PMK di Jombang. Kami optimis wabah yang terjadi awal tahun ini tidak terulang pada awal 2026,” jelasnya.
Keberhasilan program vaksinasi tersebut tidak lepas dari kerja keras para dokter hewan, mantri hewan, inseminator, penyuluh peternakan, serta dukungan aktif peternak yang bersedia ternaknya divaksin.
Selain itu, Dinas Peternakan juga mengimbau para peternak untuk menjaga kesehatan ternak melalui kebersihan kandang, pemberian pakan berkualitas, pemberian vitamin dan obat cacing secara rutin, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan hewan terdekat.
“Dengan langkah pencegahan berlapis ini, Pemkab Jombang berharap sektor peternakan tetap stabil dan produktivitas sapi di wilayah tersebut terus meningkat,” tuturnya.






















