Nasional

Meski Ada Perang Israel-Iran, Jadwal Haji 2026 Indonesia Tidak Berubah

12
×

Meski Ada Perang Israel-Iran, Jadwal Haji 2026 Indonesia Tidak Berubah

Share this article
Pemerintah menegaskan jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026, meski situasi konflik di Timur Tengah masih berlangsung
Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat diwawancarai di Tebuireng, Jombang. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Jadwal keberangkatan haji 2026 Indonesia dipastikan tetap berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Pemerintah menegaskan jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026, meski situasi konflik di Timur Tengah masih berlangsung.

Pemerintah memastikan pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026 tidak mengalami perubahan jadwal, meskipun konflik di Timur Tengah antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran masih memanas.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, Minggu (29/3/2026) di kediamannya di Tebuireng, Jombang.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum melakukan perubahan terkait jadwal haji 2026.

“Sampai hari ini belum ada perubahan. Kita masih tetap tanggal 21 April 2026 jemaah haji masuk asrama haji, tanggal 22 April 2026 berangkat,” ujar Gus Irfan.

Gus Irfan menjelaskan, seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 telah dilakukan secara matang oleh pemerintah. Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga kesiapan teknis lainnya telah dipastikan siap.

Ia mengibaratkan persiapan tersebut seperti acara besar yang seluruh kebutuhannya sudah dipenuhi.

“Ibarat orang mau mantu, kita sudah bayar gedung, katering, EO. Seragam juga sudah siap. Termasuk KUA juga sudah siap untuk penghulunya. Jadi tinggal menunggu hari pelaksanaan,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah secara intensif.

Menurut Gus Irfan, stabilitas kawasan sangat penting untuk menjamin kelancaran ibadah haji 2026 bagi jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ia berharap konflik yang terjadi dapat segera mereda sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Dengan begitu, umat Islam bisa melaksanakan haji dengan tenang dan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *