NasionalPendidikan

Mensos Tinjau SRMP 14 Batu, Dorong Pemetaan Potensi Siswa Lewat Talent DNA

121
×

Mensos Tinjau SRMP 14 Batu, Dorong Pemetaan Potensi Siswa Lewat Talent DNA

Share this article
Mensos Saifullah Yusuf (kanan), saat meninjau SRMP 14 Batu. (Foto: Sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Batu yang berlokasi di UPT Perlindungan & Pelayanan Sosial Petirahan Anak, Kota Batu, Senin (8/9/2025).

Kunjungan tersebut tidak hanya menyoroti sarana dan prasarana, tetapi juga pemetaan potensi siswa melalui asesmen talent DNA, yang digadang menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan.

SRMP 14 Batu resmi beroperasi sejak 14 Juli 2025 dengan jumlah siswa 150 orang, 12 guru, serta dua asrama putra dan putri. Meski masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan guru, wali asrama, hingga fasilitas dasar, proses belajar dinilai berjalan cukup baik.

“Alhamdulillah, ibu kepala sekolah, para guru, wali asuh, dan wali asrama telah bekerja dengan kolaborasi yang baik. Ini contoh bagaimana pembelajaran bisa dimulai sesuai dengan rencana,” ujar Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.

Ia menekankan pentingnya talent DNA sebagai dasar kurikulum di sekolah rakyat. Asesmen ini digunakan untuk mengenali kecenderungan, minat, hingga kepribadian siswa, sehingga guru memiliki pedoman dalam membimbing anak-anak sesuai bakat alaminya.

“Setiap anak punya kejeniusan masing-masing. Tidak ada tes akademik di sini, yang ada adalah talent mapping. Guru bisa tahu anak ini cocoknya di bidang apa, entah kesehatan, teknik, atau bidang lainnya,” jelasnya.

Selain pemetaan potensi, Gus Ipul memastikan kebutuhan siswa dan guru akan terus dipenuhi. Setiap siswa dijanjikan mendapat laptop serta delapan set seragam, mulai dari seragam biru putih, pramuka, olahraga, hingga almamater. Guru pun mendapat fasilitas serupa, termasuk tunjangan yang tengah disesuaikan dengan standar nasional.

“Nantinya akan dibangun gedung permanen sesuai arahan Presiden. Gedung itu bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA, dilengkapi asrama, aula, sarana olahraga, dan ruang belajar yang sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo. Hingga September 2025, ditargetkan ada 65 titik baru yang beroperasi. Dengan demikian, total sekolah rakyat akan mencapai 165 titik di seluruh Indonesia dengan kapasitas hampir 16.000 siswa. Jumlah guru yang disiapkan mencapai 2.000 orang, didukung lebih dari 4.000 tenaga kependidikan.

“Insya Allah, semua tantangan bisa kita atasi bertahap. Harapannya, setiap kabupaten/kota nantinya memiliki satu sekolah rakyat permanen,” ungkapnya.

Salah satu siswi, Naira, murid kelas 7C yang bercita-cita menjadi dokter, mengaku terbantu dengan asesmen talent DNA. Hasil pemetaan menunjukkan dirinya berhati-hati, kritis, dan penuh perhatian.

“Proses adaptasi siswa juga menjadi perhatian. Banyak anak yang awalnya homesick, namun kini mulai terbiasa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *