Sudutkota.id – Pemanfaatan ekstrak kulit pisang kepok (Musa balbisiana) dalam bentuk sistem penghantaran transfersom memberikan efektivitas yang lebih tinggi untuk kesehatan kulit dibandingkan ekstrak biasa. Transfersom adalah vesikel nano yang fleksibel, memungkinkannya menembus lapisan kulit yang lebih dalam untuk menghantarkan senyawa aktif secara lebih efisien.
Menurut Dosen Departemen Keilmuan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang, Dr. dr. Elly Mayangsari, M.Biomed., atau yang sering dikenal dengan sebutan dr. Mayang, bahwa transfersom menjadi metode yang sangat menjanjikan dalam penelitian di bidang dermatologi.
Metode ini bermanfaat untuk kesehatan kulit karena kemampuannya yang sangat fleksibel untuk meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, mampu menembus barier stratum korneum, sehingga efektif untuk produk anti penuaan dengan mengurangi kerutan dan memperbaiki kolagen.
Hal ini memicu ide penelitian dari dr. Mayang untuk mengembangkan teknik transfersom yang dimanfaatkan untuk memperbaiki drug delivery dari obat dermatologi.
Manfaat utama transfersom kulit pisang kepok untuk kesehatan kulit, yaitu :
- Mengatasi Penuaan Dini (Anti-photoaging) : Gel transfersom kulit pisang kepok terbukti efektif memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar UV (photoaging). Teknologi ini membantu mengurangi kerutan, ketebalan epidermis yang tidak normal, dan kerusakan serat kolagen.
- Perlindungan Antioksidan Tinggi : Kulit pisang kepok kaya akan flavonoid, fenolik, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Formulasi transfersom meningkatkan stabilitas dan penyerapan antioksidan ini untuk menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel kulit.
- Efek Anti-inflamasi : Kandungan senyawa aktifnya dapat menekan peradangan kulit dengan cara menurunkan kadar sitokin inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Ini bermanfaat untuk meredakan kemerahan dan pembengkakan pada kulit sensitif atau berjerawat.
- Mempercepat Penyembuhan Luka : Ekstrak kulit pisang kepok memiliki potensi signifikan dalam mempercepat regenerasi jaringan kulit dan penyembuhan luka eksisi maupun ulkus.
- Mencerahkan dan Menghaluskan Kulit : Dengan menghambat enzim MMP-1 (penghancur kolagen) dan meningkatkan TGF-β (pemicu pembentukan kolagen), transfersom ini membantu menjaga elastisitas serta mencerahkan noda hitam pada wajah.
Penggunaan teknologi nano seperti transfersom menjadikan limbah kulit pisang sebagai bahan baku skincare masa depan yang lebih ramah lingkungan dan memiliki penetrasi kulit yang lebih dalam dibandingkan metode tradisional.
Referensi :
- Jami’ah SR, Ifaya M, Pusmarani J, Nurhikma E. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca sapientum) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). J Mandala Pharmacon Indones. 2018;4(1):33–8.
- Vishkaei MN, Balkees S, Hameed Sultan S, Khadeer M, Basheer A, Majid AMSA. Skin Barrier Challenges in Dermal and Transdermal Drug Delivery Systems. SciInt (Lahore). 2017;29(4):921–5.
- Cheng YC, Li TS, Su HL, Lee PC, Wang HMD. Transdermal delivery systems of natural products applied to skin therapy and care. Molecules. 2020;25(21):1–21.
- Rajabi M, A. Mousa S. Lipid Nanoparticles and their Application in Nanomedicine. Curr Pharm Biotechnol. 2016;17(8):662–72.
- Surini S, Leonyza A, Suh CW. Formulation and in vitro penetration study of recombinant human epidermal growth factor-loaded transfersomal emulgel. Adv Pharm Bull. 2020;10(4):586–94.
Oleh :
Dr. dr. Elly Mayangsari, M. Biomed.
Departemen Kelimuan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya






















