Daerah

Makan Bergizi Gratis di SMPN 2 Kesamben Ditarik, SPPG Jombang Akui Kesalahan

3
×

Makan Bergizi Gratis di SMPN 2 Kesamben Ditarik, SPPG Jombang Akui Kesalahan

Share this article
Kantor SPPG Yayasan Miftahul Ulum. (Foto : Sudutkota.id/Elok)

Sudutkota.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Miftahul Ulum Dero, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mengakui adanya kesalahan dalam penyediaan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SMPN 2 Kesamben.

Kesalahan tersebut berujung pada penarikan seluruh paket makanan yang telah terdistribusi.

Kepala Dapur SPPG Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Anyah, mengatakan penarikan dilakukan setelah evaluasi internal dan uji sampel menunjukkan sebagian makanan tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

“Setelah dilakukan uji sampel, memang ada beberapa makanan yang tidak sesuai standar. Itu menjadi kesalahan kami, sehingga sesuai juknis seluruh paket kami tarik,” ujar Fahmy saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil pengecekan lanjutan, pihak SPPG menemukan beberapa paket makanan mengeluarkan bau kurang sedap. Meski sebagian lainnya masih dinilai layak konsumsi, SPPG memilih menarik seluruh paket sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pencegahan risiko.

“Ada yang baunya kurang sedap, ada juga yang masih bagus. Tapi karena ini kesalahan di pihak kami, semua kami tarik agar tidak menimbulkan risiko,” jelasnya.

Fahmy menegaskan kejadian tersebut menjadi evaluasi serius bagi pengelolaan dapur SPPG, khususnya terkait pengawasan internal.

Ia mengakui sistem kontrol mutu belum berjalan optimal sehingga makanan yang tidak sesuai standar sempat terdistribusi ke sekolah.

“Ini menjadi koreksi besar bagi kami. Pengawasan harus lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Selama ini, SPPG Miftahul Ulum Dero telah memiliki prosedur pengecekan bahan baku dan proses pengolahan makanan. Namun dalam kasus ini, mekanisme pengendalian mutu dinilai belum maksimal.

Saat ini, SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben melayani 44 sekolah dari jenjang TK hingga SMA dengan total 2.864 porsi Makan Bergizi Gratis setiap hari. Distribusi MBG dilakukan sejak pagi hari menyesuaikan jadwal masing-masing sekolah.

Penarikan MBG dari SMPN 2 Kesamben ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di Jombang, sekaligus menjadi catatan penting bagi peningkatan pengawasan di tingkat dapur penyedia.

Seperti diberitakan sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan MBG yang diterima anak-anak mereka, bahkan diduga tidak layak konsumsi karena basi.

Keluhan tersebut disebut tidak hanya terjadi di satu sekolah, melainkan merata di beberapa wilayah penerima program MBG di Kecamatan Kesamben.

Salah satu wali murid berinisial LF mengungkapkan, menu MBG yang disuplai oleh SPPG Yayasan Miftahul Ulum menuai banyak protes dari orang tua siswa.

“Iya mas, menu MBG dari SPPG Miftahul Ulum banyak dikeluhkan. Tidak hanya di Desa Dero, Kedungbetik, atau Kesamben saja, tapi merata,” ujar LF saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

LF menuturkan, anaknya yang bersekolah di SD Candisari memilih tidak mengonsumsi makanan MBG karena mengaku makanan tersebut sudah dalam kondisi basi.

“Anak saya bilang nasinya dan lauknya basi, jadi tidak dimakan. Tidak mungkin anak kecil mengada-ada,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, sebagian siswa memilih untuk makan di rumah. Para wali murid pun berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *