Peristiwa

Mahasiswi UB Terjun ke Bawah Jembatan, Polisi Ungkap Detik-detik Penyelamatan

41
×

Mahasiswi UB Terjun ke Bawah Jembatan, Polisi Ungkap Detik-detik Penyelamatan

Share this article
Petugas gabungan Polsek Lowokwaru, tim Inafis Polresta Malang Kota, BPBD, serta relawan dan tim medis mengevakuasi seorang mahasiswi Universitas Brawijaya yang diduga melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Suasana lengang Jembatan Soekarno Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mendadak berubah mencekam pada Senin (19/1/2026) dini hari. Seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) dilaporkan terjatuh dari atas jembatan dalam peristiwa yang diduga sebagai percobaan bunuh diri. Korban berhasil diselamatkan dan kini masih menjalani perawatan medis intensif.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, S.Sos., M.Hum., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 00.30 WIB.

“Informasi awal kami terima dari warga yang melintas di Jembatan Suhat, menyebutkan ada seseorang yang jatuh dari atas jembatan. Petugas langsung kami kerahkan ke lokasi,” kata Kompol Anang.

Korban diketahui berinisial T.A.M. (24), perempuan, kelahiran Jakarta, berstatus mahasiswa Universitas Brawijaya jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Korban tercatat berdomisili di Jakarta Selatan dan sementara tinggal di Malang untuk keperluan studi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Teguh Sugiaharto Santoso, seorang pengemudi ojek online, yang kebetulan melintas di atas Jembatan Suhat. Saksi melihat seorang perempuan menjatuhkan diri dari jembatan, lalu berhenti untuk memastikan kondisi korban di bawah jembatan.

“Saksi melihat langsung korban jatuh, kemudian segera menghubungi pihak kepolisian dan relawan,” jelas Kompol Anang.

Selain Teguh, dua saksi lain turut dimintai keterangan, yakni Aditya Bayu Kristianto dan Firmansyah Imron Setyabudi, yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Tak lama setelah laporan diterima, aparat gabungan dari Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota tiba di lokasi. Sejumlah unsur dikerahkan, mulai dari petugas Sabhara, Reskrim, Intelkam, SPKT, tim Inafis, hingga BPBD Kota Malang. Proses evakuasi juga melibatkan relawan RJT serta ambulans relawan Kota Malang.

Petugas dan relawan harus turun ke area bawah jembatan untuk memastikan kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan awal, korban dinyatakan masih hidup namun mengalami luka serius.

“Dari pengecekan awal tim medis, korban mengalami dugaan patah tulang pada bagian tangan kanan akibat benturan saat terjatuh,” ungkap Kapolsek.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans relawan RJT dan langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Setelah korban berhasil dievakuasi, petugas melakukan pendataan dan dokumentasi di lokasi kejadian. Tim Inafis Polresta Malang Kota juga melakukan pemeriksaan sidik jari serta identifikasi korban guna memastikan data diri secara lengkap.

Di sisi lain, pihak kepolisian berupaya menghubungi keluarga korban yang berada di Jakarta untuk memberitahukan kondisi korban serta proses penanganan selanjutnya.

“Hingga saat ini korban masih dirawat di IGD RSSA Malang. Kami juga terus berkoordinasi untuk menghubungi keluarga korban,” terang Kompol Anang.

Kapolsek Lowokwaru menegaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan humanis sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan jiwa.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi sekitar dan segera melapor apabila melihat situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan seseorang.

“Peran masyarakat sangat penting. Laporan cepat dari warga menjadi kunci utama sehingga korban bisa segera ditolong,” tegasnya.

Polisi memastikan akan terus melakukan pendampingan hingga kondisi korban stabil dan proses penanganan selesai.

 

Disclaimer:
Artikel ini disajikan sebagai informasi dan tidak dimaksudkan untuk menginspirasi, meniru, atau mendorong siapa pun melakukan tindakan serupa. Sudutkota.id mengimbau pembaca yang mengalami gejala depresi, tekanan psikologis, atau munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri agar segera mencari bantuan profesional, seperti psikolog, psikiater, layanan kesehatan mental, atau pihak berkompeten lainnya. Keselamatan dan kesehatan mental adalah hal utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *