Daerah

Lampaui Target Provinsi, Investasi Jombang 2025 Capai Rp 2,5 Triliun

22
×

Lampaui Target Provinsi, Investasi Jombang 2025 Capai Rp 2,5 Triliun

Share this article
Realisasi investasi di Kabupaten Jombang sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Nilainya mencapai Rp 2,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Pelayanan perizinan di Jombang. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Realisasi investasi di Kabupaten Jombang sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Nilainya mencapai Rp 2,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang, Bayu Pancoroadi, mengungkapkan bahwa capaian investasi tersebut masih berada dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Untuk 2025 kemarin, realisasi investasi di Jombang sekitar Rp 2,5 triliun. Itu masih dalam rentang target pemkab dan juga sudah melampaui target provinsi,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Adapun target investasi yang dipatok Pemerintah Kabupaten Jombang berada di kisaran Rp 1,6 triliun hingga Rp 2,8 triliun. Sementara target dari pemerintah provinsi sekitar Rp 2,3 triliun.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, capaian ini juga mengalami peningkatan. Pada 2024, realisasi investasi di Jombang tercatat sekitar Rp 2,1 triliun.

Meski tren menunjukkan kenaikan, Pemkab Jombang belum menaikkan target investasi secara signifikan untuk tahun 2026. Target masih dipertahankan di kisaran Rp 1,6 triliun hingga Rp 2,8 triliun.

“Kami melihat tren datanya memang ada kecenderungan naik, tetapi tidak serta merta langsung dinaikkan targetnya,” jelas Bayu.

Selain nilai investasi, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Jombang juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari data dalam sistem Online Single Submission (OSS).

Bayu menyebutkan, jumlah Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat menjadi sekitar 56 perusahaan, dari sebelumnya sekitar 50 perusahaan.

“Kalau dilihat dari data OSS memang ada peningkatan jumlah PMA yang masuk,” katanya.

Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga menunjukkan tren kenaikan. Namun, DPMPTSP masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah pasti.

“Untuk jumlah pastinya kami masih melakukan pendataan lagi karena pelaporan triwulan biasanya masuk pada awal bulan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *