Sudutkota.id – Polresta Malang Kota memastikan kesiapan pengamanan menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang. Kegiatan keagamaan berskala besar yang menghadirkan Ketua PBNU tersebut diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan, seluruh tahapan pengamanan telah dibahas melalui rapat pleno bersama Wali Kota Malang dan jajaran Malang Raya, kemudian ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi lintas instansi, baik di tingkat Polda Jawa Timur maupun forum lalu lintas dan angkutan jalan Kota Malang.
“Rapat pleno bersama Bapak Wali Kota dan jajaran Malang Raya sudah kami laksanakan dan kami tindak lanjuti dengan rapat koordinasi pengamanan di berbagai level,” ujar Kombes Pol Putu, Jumat (30/1/2026).
Dalam pengamanan kegiatan tersebut, sekitar 4.000 personel gabungan akan diterjunkan. Personel ini terdiri dari unsur TNI-Polri, Banser, Ansor, Satpol PP, Dishub, serta relawan lainnya yang akan bertugas mengawal jalannya kegiatan sekaligus memberikan pelayanan kepada para jemaah.
“Petugas gabungan akan membersamai peserta dan jemaah agar kegiatan Mujahadah Kubro dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” jelasnya.
Berdasarkan estimasi panitia, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai 50 ribu hingga 80 ribu orang. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar Stadion Gajayana.
Oleh karena itu, Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat untuk memahami adanya pembatasan aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut, khususnya pada 7 dan 8 Februari. Kapolresta juga mengajak seluruh elemen, termasuk media dan influencer, untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
“Kami mohon bantuan teman-teman media, rumah makan, serta influencer untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, agar warga bisa mengatur aktivitas dan menghindari akses di sekitar Stadion Gajayana,” katanya.
Kapolresta menegaskan, imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menjaga kenyamanan jemaah sekaligus meminimalisir dampak kegiatan terhadap aktivitas warga Kota Malang.
“Harapan kami, dengan saling pengertian dan dukungan semua pihak, kegiatan Mujahadah Kubro dapat berlangsung dengan aman dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.






















