Ekonomi Bisnis

Hoaks Kenaikan BBM April 2026 Beredar, Berikut Rincian Harga yang Diklaim Naik

3
×

Hoaks Kenaikan BBM April 2026 Beredar, Berikut Rincian Harga yang Diklaim Naik

Share this article
Infografis yang beredar di media sosial terkait proyeksi kenaikan harga BBM per April 2026 yang dipastikan tidak benar (hoaks). (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 ramai beredar di media sosial. Informasi tersebut disertai rincian angka harga yang diklaim akan naik signifikan. Namun, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) telah memastikan kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

Dalam gambar yang beredar, dicantumkan proyeksi harga BBM pasca 31 Maret 2026 dengan asumsi harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel dan defisit APBN mendekati 3 persen PDB.

Berikut rincian harga BBM yang beredar dalam informasi tersebut:

Pertalite
Harga saat ini: Rp 10.000 per liter
Diklaim naik menjadi: Rp 14.000 per liter

Bio Solar
Harga saat ini: Rp 6.800 per liter
Diklaim naik menjadi: Rp 9.500 per liter

Pertamax
Harga saat ini: Rp 13.000 per liter
Diklaim naik menjadi: Rp 16.500 per liter

Selain itu, narasi yang beredar juga menyebutkan adanya kenaikan pada BBM non-subsidi lainnya seperti Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex, meski tanpa rincian angka yang jelas dalam dokumen tersebut.

Menanggapi hal ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

“Oleh karena itu, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo, Selasa (31/3/2026).

Ia memastikan, tidak akan ada perubahan harga BBM per 1 April 2026 dan meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan BBM aman dan harga tidak mengalami penyesuaian,” tegasnya.

Hal senada disampaikan PT Pertamina (Persero). Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut informasi yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak benar. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga per 1 April 2026,” ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari pemerintah maupun Pertamina.

Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial dan belum terverifikasi kebenarannya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *