Sudutkota.id – Suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Prayudha Nirwana Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (16–17 Agustus 2025). Tepat pukul 23.30 WIB, ratusan peserta berkumpul dalam upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ini momen sakral yang mengingatkan kita pada jasa para pahlawan,” ujar Letkol Inf Danu Prasetyo.
Upacara yang diikuti sekitar 100 peserta itu dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M, Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S., serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat. Ribuan lilin menyala di setiap sudut makam, menciptakan suasana khidmat yang menggugah hati. “Kebersamaan ini menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa menghormati perjuangan para pahlawan,” kata Letkol Inf Danu Prasetyo.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Dandim 0818/Malang-Batu memimpin jalannya renungan dengan penuh ketegasan sekaligus rasa haru. Dalam naskah renungan yang dibacakan, tercatat 237 pahlawan dimakamkan di TMP Kepanjen, mulai dari TNI AD, TNI AL, Polri, hingga pahlawan tak dikenal. “Mereka adalah bukti nyata pengorbanan tanpa pamrih demi kemerdekaan bangsa,” ungkap Letkol Inf Danu Prasetyo.
Suasana semakin syahdu ketika seluruh lampu dimatikan, meninggalkan cahaya obor dan lilin yang menyala di setiap penjuru makam. Dalam keheningan malam, peserta upacara menundukkan kepala untuk menghormati para pahlawan. “Keheningan ini mengajarkan kita tentang arti keikhlasan dalam berjuang,” tutur Letkol Inf Danu Prasetyo.
Momen pembacaan doa menambah kekhidmatan upacara. Perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Malang memanjatkan doa agar arwah para pahlawan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Doa ini adalah bentuk penghormatan tertinggi dari kita yang masih hidup kepada mereka yang telah gugur,” jelas Letkol Inf Danu Prasetyo.
Tak hanya TNI dan Polri, peserta upacara juga berasal dari unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga veteran. Barisan yang tertib dan kompak menunjukkan semangat persatuan yang terus dijaga.
“Semangat inilah yang harus kita wariskan kepada generasi muda,” ujar Letkol Inf Danu Prasetyo.
Tepat pukul 00.10 WIB, rangkaian upacara resmi ditutup. Peserta dengan tertib meninggalkan TMP Kepanjen, namun pesan moral dari renungan suci itu tetap terpatri di hati masing-masing. “Pengorbanan pahlawan adalah api semangat yang tak boleh padam dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” tegas Letkol Inf Danu Prasetyo. (ris)






















