Daerah

Harga Daging Ayam di Jombang Naik Jelang Nataru 2026, Akibat Permintaan Tinggi dan Program MBG

122
×

Harga Daging Ayam di Jombang Naik Jelang Nataru 2026, Akibat Permintaan Tinggi dan Program MBG

Share this article
Harga daging ayam di Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Pedagang ayam di pasar tradisional Jombang. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Harga daging ayam di Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Di Pasar PCN dan Pasar Pon Jombang, harga ayam potong kini tembus Rp36.000 per kilogram, menjadi yang tertinggi sejak pertengahan tahun.

Lonjakan permintaan bahan pangan menjelang perayaan Nataru 2026 mulai memicu kenaikan harga daging ayam di Pasar PCN Jombang.

Harga yang sebelumnya berkisar Rp32.000–33.000 per kilogram, sejak awal Desember meningkat menjadi Rp36.000 per kilogram.

Fatimah, pedagang ayam di Pasar PCN Jombang, menyebut kenaikan kali ini terjadi lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.

“Normalnya Rp32.000 sampai Rp33.000 per kilogram, sekarang tembus Rp36.000. Ini naik karena dekat Natal dan Tahun Baru. Tapi akhir-akhir ini naiknya juga cepat,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, faktor lain yang memicu kenaikan yaitu meningkatnya konsumsi masyarakat akibat program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sejak ada MBG, barang-barang jadi ikut naik karena banyak yang cari. Porsinya MBG itu kan juga besar,” jelasnya.

Fatimah memperkirakan harga ayam masih akan berfluktuasi hingga awal 2026. “Belum pasti, masih berubah-ubah. Kalau pasokan dari peternak lancar, ya bisa stabil meski tetap naik. Tapi kalau stok mulai menipis, bisa naik lagi. Tahun kemarin juga begitu,” tambahnya.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Pon Jombang, di mana harga ayam juga mencapai Rp36.000 per kilogram.

Dewi Nurkamaru (51), pedagang ayam, menilai lonjakan permintaan tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dari sekolah, katering, dan pemasok lain yang memerlukan pasokan untuk kebutuhan MBG.
“Permintaan naik, stok cepat habis. Ya akhirnya harga ikut naik,” katanya.

Dewi menyebut harga saat ini telah mendekati batas atas pasaran daging ayam di Jombang. Namun peluang kenaikan masih terbuka jika pasokan kembali menurun. “Kalau pasokan menipis, bisa saja naik lagi,” ujarnya.

Lonjakan harga ini berdampak pada omzet pedagang. Biasanya Dewi mampu menghabiskan hingga 5 kuintal ayam per hari, namun kini pembelian menurun tajam. “Pembeli mengirit. Cabai dan kebutuhan lain juga naik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *