Pendidikan

Hadir di PKKMB UM, Wamen Diktisaintek Tekankan Perubahan Pola Pikir Maba

98
×

Hadir di PKKMB UM, Wamen Diktisaintek Tekankan Perubahan Pola Pikir Maba

Share this article
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Prof. Stella Christie saat memberikan kuliah kebangsaan di PKKMB Universitas Negeri Malang. (Foto: Dedik/Sudutkota.id)

Sudutkota.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Prof. Stella Christie menekankan pentingnya perubahan pola pikir maba. Menurutnya, dunia perkuliahan tidak sama dengan masa sekolah SMA.

Hal tersebut Wamen Diktisaintek sampaikan saat memberikan Kuliah Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Malang (UM)

“Adik-adik harus mengganti mindset. Waktu SMA, kita mengikuti pelajaran. Sementara saat kuliah, masing-masing pribadi menentukan apa yang disukai, tidak disukai, dan apa yang ingin dilakukan dalam hidup,” ujarnya, Senin (18/08).

Ia menegaskan, masa kuliah selama empat tahun sebaiknya dipandang sebagai proses perancangan masa depan.

“Kalau kita ingin mendesain empat tahun, kita harus lihat dari tujuan akhir. Bagaimana langkah untuk meraih karier yang diinginkan,” ucapnya.

Menurutnya, tidak masalah kalau belum terpikirkan sekarang, yang hal itu nanti ketemu saat kuliah. Ia juga menyinggung pengalaman akademiknya sewaktu menempuh studi sarjana di Harvard University. Ia menceritakan bahwa hanya ada satu mata kuliah yang diwajibkan untuk semua mahasiswa, yakni menulis.

Ternyata, kemampuan menulis memiliki tempat yang penting, termasuk di dunia kerja kelak. Dalam kurikulum Harvard menempatkan menulis sebagai dasar untuk melatih berargumentasi dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengisahkan pengalamannya saat menjadi moderator panel bersama sejumlah direktur utama perusahaan besar, seperti Telkom, Pertamina, dan PLN. Dalam dialog itu, ia menemukan bahwa kriteria utama yang diinginkan dunia industri bukan sekadar IPK tinggi, melainkan kemampuan beradaptasi.

Prof. Stella membandingkan kehidupan mahasiswa di luar negeri yang banyak membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Di Amerika Serikat, banyak sekali mahasiswa yang bekerja sambil kuliah. Mereka menggunakan waktunya tidak hanya untuk kelas, tapi juga untuk mencari pengalaman dan penghasilan. (ded)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *