Daerah

Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Kontes Durian Wonosalam Mundur ke Akhir 2026

3
×

Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Kontes Durian Wonosalam Mundur ke Akhir 2026

Share this article
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Anjasmoro, tepatnya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak serius terhadap produksi durian pada musim panen tahun ini.
Buah durian lokal wonosalam Jombang milik petani setempat. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah lereng Gunung Anjasmoro, tepatnya di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak serius terhadap produksi durian pada musim panen tahun ini.

Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan sebagian besar tanaman durian mengalami gagal panen.

Kondisi tersebut memaksa agenda tahunan Kontes Durian Wonosalam, yang selama ini menjadi ikon wisata Jombang, terpaksa diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Sekretaris Asosiasi Pariwisata Jombang (ASPARJO), Jalaludin Hambali, menjelaskan bahwa gangguan cuaca sudah terjadi sejak awal masa pembungaan. Curah hujan tinggi membuat bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi bakal buah.

“Sejak awal pembungaan, hujan deras dan angin kencang menyebabkan bunga dan bakal buah rontok. Tingkat kerusakannya mencapai lebih dari 90 persen,” kata Jalaludin, Selasa 20 Januari 2026.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu turut mengganggu proses pembuahan. Padahal, pada tahun-tahun normal, durian Wonosalam biasanya mulai memasuki masa panen pada Januari.

“Biasanya Januari sudah mulai masak buah, tapi tahun ini hasilnya sangat jauh berkurang,” ujarnya.

Akibat gagal panen tersebut, produksi durian di sejumlah desa sentra durian Wonosalam dipastikan anjlok drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Minimnya jumlah buah juga berdampak langsung pada pelaksanaan kontes durian, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas buah yang akan dinilai.

Panitia akhirnya memutuskan untuk mengundur jadwal Kontes Durian Wonosalam karena buah durian yang tersedia belum memenuhi standar penilaian.

“Insyaallah kontes durian akan digelar pada Oktober hingga November 2026, saat musim sela, dengan harapan kondisi panen sudah lebih memungkinkan,” jelas Jalaludin.

Selain cuaca ekstrem, serangan hama turut memperparah kondisi kebun durian. Banyak buah muda dilaporkan membusuk dan gugur sebelum mencapai usia matang.

“Kami berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar durian khas Wonosalam yang dikenal memiliki cita rasa unggul tetap terjaga kualitasnya, sekaligus mendukung keberlangsungan agenda tahunan daerah dan sektor pariwisata Jombang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *