Sudutkota.id– Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi D, Asmualik, menyoroti kondisi Velodrome yang dinilai belum layak meski menjadi salah satu titik strategis di wilayah timur Kota Malang. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang pun diminta menjadi titik balik pembenahan fasilitas publik tersebut.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat ulang tahun Kota Malang ke-112. Kita berdoa bisa terus melayani masyarakat dengan baik. Salah satunya dengan memastikan sarana dan prasarana publik benar-benar diperhatikan,” ujar Asmualik, Kamis (02/04).
Menurutnya, Velodrome saat ini ibarat hidup segan mati tak mau. Aktivitas masyarakat memang cukup tinggi, namun kondisi fasilitas dinilai jauh dari kata layak, baik dari sisi kebersihan, infrastruktur, hingga penataan kawasan.
“Velodrome ini ramai digunakan masyarakat, tapi kondisinya masih memprihatinkan. Ini harus jadi perhatian serius. Di momen ulang tahun Kota Malang, harusnya ada hadiah nyata untuk masyarakat, salah satunya mempercantik Velodrome,” tegasnya.
Asmualik menilai keberadaan Velodrome sangat strategis karena menjadi pintu gerbang Kota Malang dari arah timur, terutama dengan keberadaan akses tol yang berada di kawasan tersebut. Sehingga, wajah Velodrome turut mencerminkan citra kota.
“Kalau Velodrome diperbaiki, itu sama saja mempercantik wajah Kota Malang. Ini penting karena menjadi kesan pertama bagi orang yang masuk dari wilayah timur,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong kejelasan status pengelolaan Velodrome. Selama ini, menurutnya, masih ada ketidakjelasan apakah aset tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Malang atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya sudah komunikasi dengan dinas terkait untuk menelusuri ini. Kalau memang di bawah provinsi, sejauh mana perhatian dan pendanaan dari provinsi. Kalau tidak maksimal, sebaiknya aset itu bisa dialihkan ke Pemkot Malang agar bisa dikelola lebih optimal,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pencatatan aset secara jelas oleh bagian aset daerah, agar Velodrome bisa menjadi prioritas dalam pengelolaan dan pengembangan ke depan.
Tak hanya soal Velodrome, Asmualik juga menyoroti tantangan pembangunan Kota Malang di usia ke-112. Ia menyebut adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri bagi daerah.
Meski demikian, ia optimistis Kota Malang memiliki potensi besar, terutama di sektor ekonomi kreatif. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, Malang dinilai bisa menjadi barometer pertumbuhan industri kreatif di Indonesia.
“Malang ini punya potensi luar biasa. Mau ke gunung dekat, ke pantai juga dekat, pusat keramaian juga banyak. Ini jadi daya tarik tersendiri bagi para kreator,” ujarnya.
Ia juga menyinggung banyaknya talenta muda di Kota Malang yang telah menghasilkan karya mendunia, mulai dari animator hingga pengembang game.
“Banyak anak muda Malang yang karyanya sudah mendunia, dari animasi sampai game developer. Ini harus difasilitasi dan ditampung agar Malang bisa jadi pusat kreator terbaik,” pungkasnya.





















