Peristiwa

Ditinggal Sang Ibu Ambil Makanan, Balita 1,5 Tahun di Pasuruan Hilang Misterius

75
×

Ditinggal Sang Ibu Ambil Makanan, Balita 1,5 Tahun di Pasuruan Hilang Misterius

Share this article
Ibu korban saat memberikan keterangan kronologi hilangnya balita El Barra Zavian Mavendra kepada petugas BPBD Kota Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Sudutkota.id – Hilangnya balita berusia 1,5 tahun di kawasan bantaran Sungai Gembong, Kota Pasuruan, memunculkan banyak tanda tanya. Bocah bernama El Barra Zavian Mavendra itu lenyap secara misterius dari rumah neneknya di RT 02/RW 03, Gang Manohara, Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Purutrejo, Sabtu (3/1/2026) sore, saat hujan mengguyur cukup deras.

Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Pasalnya, menurut keterangan keluarga, seluruh pintu rumah dalam kondisi terkunci ketika ibu korban meninggalkan anaknya hanya sekitar lima menit untuk mengambil makanan. Namun sepulangnya sang ibu, El Barra sudah tidak berada di ruang tamu, dan salah satu pintu rumah diketahui terbuka sedikit.

“Ini yang masih menjadi tanda tanya. Ibu korban menyatakan semua pintu sudah dikunci, tetapi ketika kembali anak sudah hilang dan ada pintu terbuka,” ungkap Anang Sururin, personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan.

Lokasi rumah yang berada sangat dekat dengan gorong-gorong dan aliran Sungai Gembong membuat keluarga khawatir balita tersebut terperosok dan terseret arus. Dugaan itu menguat lantaran hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur Kota Pasuruan sejak sekitar pukul 15.00 WIB, yang berpotensi memperbesar debit aliran air.

Laporan kehilangan tersebut langsung disampaikan keluarga ke pihak kelurahan dan diteruskan ke BPBD Kota Pasuruan. Petugas bersama warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas melakukan penyisiran di sekitar rumah, gorong-gorong, hingga aliran sungai. Namun hingga Sabtu malam, pencarian belum membuahkan hasil.

“Kondisi cuaca menjadi kendala. Pencarian kami hentikan sementara dan dilanjutkan Minggu pagi,” kata Anang.

Peristiwa ini menyoroti kerawanan hunian di bantaran sungai, terutama bagi anak-anak, serta pentingnya pengamanan ekstra di lingkungan padat penduduk. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan El Barra masih belum diketahui, dan aparat masih mendalami kemungkinan korban jatuh ke gorong-gorong atau terbawa arus Sungai Gembong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *