Daerah

Dari Mes Kowad ke Pusat Pertokoan: Jejak Sejarah Jalan WR Supratman Kota Malang

127
×

Dari Mes Kowad ke Pusat Pertokoan: Jejak Sejarah Jalan WR Supratman Kota Malang

Share this article
Dari Mes Kowad ke Pusat Pertokoan: Jejak Sejarah Jalan WR Supratman Kota Malang
Deretan pertokoan di Jalan WR Supratman, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (19/9/2025). Kawasan yang kini ramai dengan aktivitas ekonomi ini dulunya merupakan mes Kowad sebelum dialihfungsikan menjadi pertokoan.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Deretan pertokoan di Jalan WR Supratman, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, yang kini tampak ramai dengan aktivitas perdagangan, ternyata memiliki jejak sejarah panjang. Kawasan yang berada persis di selatan RS Lavalette itu dulunya merupakan mes Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), sebelum kemudian berubah wajah menjadi pusat ekonomi yang hidup.

Pada era 1970–1980-an, kawasan ini menjadi salah satu titik penting kehidupan militer di Kota Malang. Mes Kowad kala itu digunakan sebagai tempat tinggal, pelatihan, dan pembinaan bagi prajurit wanita TNI Angkatan Darat. Keberadaannya tidak hanya menjadi bagian dari struktur militer, tetapi juga memberi warna tersendiri bagi lingkungan sekitar karena cukup dikenal masyarakat luas.

Namun, perkembangan tata kota Malang yang semakin pesat membuat kawasan strategis tersebut tak lagi dipertahankan sebagai kompleks militer. Memasuki 1990-an, mes mulai berangsur ditinggalkan dan kemudian dialihfungsikan. Lahan bekas asrama perlahan diisi oleh deretan pertokoan, perkantoran, dan layanan jasa. Perubahan ini berlangsung bertahap, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang perdagangan di kawasan Blimbing.

Kini, wajah Jalan WR Supratman benar-benar berbeda. Deretan ruko dan toko dengan fasad modern berdiri rapi di bawah rindangnya pohon peneduh yang membentang sepanjang jalan. Aktivitas jual-beli, lalu lalang kendaraan, serta kepadatan pengunjung menggambarkan dinamika baru kawasan yang dulunya berfungsi sebagai asrama militer.

Meski demikian, sebagian warga lama masih menyimpan kenangan tentang masa ketika bangunan mes Kowad berdiri kokoh di lokasi itu. “Dulu memang kawasan ini tempat mes Kowad. Sekarang sudah jadi toko-toko, tapi banyak orang tua yang masih ingat keberadaannya,” ujar seorang warga setempat, Jumat (19/9/2025).

Transformasi WR Supratman menjadi pusat perdagangan ini sekaligus mencerminkan perjalanan Malang sebagai kota garnisun yang berangsur berkembang menjadi kota jasa dan perdagangan. Dari jejak militer hingga denyut ekonomi, kawasan ini menjadi salah satu bukti perubahan wajah kota yang terus beradaptasi dengan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *