Peristiwa

Bocah 6 Tahun Tewas Usai Tertemper KA Jayabaya di Singosari Malang

120
×

Bocah 6 Tahun Tewas Usai Tertemper KA Jayabaya di Singosari Malang

Share this article
Petugas kepolisian dan warga berada di sekitar lokasi perlintasan rel kereta api dekat tikungan Golf SGS, Desa Losari, Singosari, tempat bocah 6 tahun tertemper KA Jayabaya. (Foto: Sudutkota.id/istimewa)

Sudutkota.id – Insiden kecelakaan kereta api kembali merenggut nyawa warga di Kabupaten Malang. Seorang bocah berusia enam tahun, Ananda Alvito, warga Desa Losari, Kecamatan Singosari, meninggal dunia usai tertemper Kereta Api (KA) Jayabaya relasi Malang–Pasar Senen di jalur rel dekat tikungan kawasan Golf SGS, Desa Losari, Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di petak jalur antara Stasiun Singosari dan Stasiun Lawang, tepat di area rel yang memiliki tikungan tajam dan minim jarak pandang. Korban sempat dilarikan ke RS Prima Husada untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami.

Kapolsek Singosari, Kompol Try Widyanto Fauzal, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan masinis, korban berada di area rel kereta api sesaat sebelum kejadian.

“Korban anak usia enam tahun tertemper KA Jayabaya tujuan Malang–Pasar Senen. Menurut masinis, anak tersebut diduga sedang bermain atau bersepeda di sekitar jalur rel,” ujar Kompol Try saat dikonfirmasi.

Saat kejadian, lanjutnya, KA Jayabaya melaju dengan kecepatan sekitar 65 hingga 70 kilometer per jam. Menyadari adanya anak kecil di jalur rel, masinis telah membunyikan klakson peringatan secara berulang.

“Masinis sudah memberikan peringatan dengan klakson. Namun, anak tersebut justru terdiam dan tidak bergerak, seolah tidak sempat menyelamatkan diri. Kondisi rel yang menikung membuat jarak antara kereta dan korban terlalu dekat untuk menghindar,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, perjalanan KA Jayabaya sempat mengalami gangguan. Kereta harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi kejadian sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan dari Stasiun Lawang. Keterlambatan pun tidak terhindarkan.

Pihak kepolisian bersama petugas terkait langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian serta memastikan jalur rel kembali aman untuk dilalui. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kompol Try menegaskan, kejadian ini menjadi peringatan serius bagi seluruh orang tua dan masyarakat agar tidak lengah terhadap keselamatan anak-anak, khususnya di lingkungan yang memiliki potensi bahaya tinggi.

“Rel kereta api bukan tempat bermain. Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap buah hatinya,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada saat melintasi perlintasan sebidang.

“Pastikan tengok kanan dan kiri sebelum melintas, serta patuhi rambu dan aturan keselamatan demi menghindari kecelakaan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *