Daerah

Banjir Jombang, 65 Hektare Sawah Puso Akibat Luapan Kali Marmoyo

8
×

Banjir Jombang, 65 Hektare Sawah Puso Akibat Luapan Kali Marmoyo

Share this article
Tanaman padi di sawah petani Jombang. (Foto: Sudutkota.id/Elok)

Sudutkota.id – Banjir akibat luapan Kali Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak serius terhadap sektor pertanian.

Puluhan hektare tanaman padi milik petani di wilayah utara Sungai Brantas dilaporkan gagal panen (puso).

Berdasarkan data verifikasi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang (Disperta), tercatat 307,11 hektare lahan sawah terendam banjir dalam kejadian tersebut. Dari luasan itu, sekitar 65 hektare dinyatakan puso akibat terendam cukup lama.

“Sementara ini yang terdata puso sekitar 65 hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Rony, Minggu (25/1/2026).

Rony menjelaskan, pendataan dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Verifikasi ini menjadi dasar penetapan lahan terdampak banjir sekaligus calon penerima bantuan,” paparnya.

Pihaknya menegaskan sebagai bentuk penanganan, Pemerintah Kabupaten Jombang akan menyalurkan bantuan benih padi bagi petani yang tanaman padinya mengalami gagal panen.

“Tanaman padi yang dinyatakan gagal panen ada stimulan dari pemda berupa pengganti benih padi, sebanyak 25 kilogram per hektare,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pengadaan benih padi ditargetkan berlangsung pada Maret hingga April 2026.

“Bantuan rencananya dapat dimanfaatkan petani pada musim tanam kedua, sekitar April–Mei, setelah kondisi lahan dinyatakan kembali siap tanam,” tuturnya.

Selain bantuan benih, sambung Rony Disperta Jombang juga mengingatkan petani terkait program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang telah terdaftar.

Premi AUTP sebesar Rp180 ribu per hektare per musim tanam sepenuhnya ditanggung pemerintah. Jika terjadi gagal panen, petani berhak memperoleh klaim asuransi hingga Rp6 juta per hektare.

“Ada asuransi usaha tani padi (AUTP) bagi petani yang ikut. Preminya Rp180 ribu per hektare per musim dan itu dicover pemerintah. Klaimnya bisa mencapai Rp6 juta per hektare,” pungkas Rony.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *