Sudutkota.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap tersebut disampaikan menyusul serangan udara gabungan AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran.
Melalui pernyataan resmi di akun media sosial X, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” demikian keterangan Kemenlu.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesediaan memfasilitasi dialog guna memulihkan situasi keamanan. Jika disepakati kedua belah pihak, Presiden Prabowo disebut siap melakukan perjalanan ke Teheran untuk menjalankan misi mediasi.
Serangan Picu Ketegangan Kawasan
Sebelumnya, militer AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu waktu setempat. Serangan tersebut memicu ledakan di ibu kota Teheran dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump melalui pernyataan video mengumumkan operasi tempur tersebut. Ia menyebut langkah itu bertujuan menghilangkan ancaman yang dinilai akan segera terjadi.
Laporan lapangan menyebutkan asap tebal terlihat di distrik Pasteur, Teheran, kawasan yang diketahui menjadi lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Otoritas Iran dilaporkan langsung mengerahkan pengamanan besar-besaran di ibu kota.
Pihak AS dan Israel menegaskan operasi tersebut menyasar situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer guna menghindari korban jiwa. Disebutkan, operasi itu merupakan bagian dari perencanaan bersama kedua negara selama beberapa bulan terakhir.
Dampak Meluas ke Negara Teluk
Ketegangan tidak hanya terjadi di Iran. Ledakan juga dilaporkan terdengar di sejumlah negara Teluk. Koresponden AFP di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, melaporkan dentuman keras. Situasi serupa terjadi di Manama (Bahrain) dan Doha (Qatar).
Uni Emirat Arab menyatakan telah mencegat rudal yang diluncurkan Iran dan menegaskan haknya untuk melakukan pembalasan. Warga Abu Dhabi dilaporkan mendengar ledakan keras di sekitar wilayah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar mengaku berhasil mencegat sejumlah rudal yang menargetkan wilayahnya. Kuwait dan Yordania juga melaporkan keterlibatan dalam situasi serupa, termasuk pencegatan rudal balistik.
Arab Saudi dalam pernyataan resminya mengutuk serangan yang menargetkan negara-negara di kawasan, meski tidak secara eksplisit menyebut Iran.
Situasi di Timur Tengah hingga kini masih berkembang, dengan kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.






















