Sudutkota.id– Angin kencang disertai hujan lebat menerjang tiga desa di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (5/2/2026) sore kemarin.
Cuaca ekstrem ini menyebabkan belasan rumah warga rusak, pepohonan tumbang, serta satu warga mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sumobito. Dusun Mojodadi, Desa Plemahan, menjadi wilayah yang terdampak paling parah.
Di dusun ini, sedikitnya 15 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah yang terlepas dan beterbangan akibat terjangan angin kencang.
Aang (40) alah seorang warga Dusun Mojodadi, mengaku angin datang secara tiba-tiba dari arah utara tanpa tanda-tanda sebelumnya.
“Anginnya kemarin tiba-tiba datang kencang dari arah utara. Saya sempat tertimpa asbes saat berusaha menyelamatkan diri,” ujar Aang, Kamis (5/2/2026).
Hal senada juga disampaikan Rizky (50). Ia menjelaskan hujan mulai turun sejak pukul 15.00 WIB, sebelum angin kencang menyusul sekitar setengah jam kemudian.
“Hujan mulai sekitar jam tiga sore, lalu angin kencang datang sekitar setengah empat. Total ada 15 rumah terdampak,” katanya.
Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami kerusakan berat, empat rumah rusak sedang, dan sebelas rumah rusak ringan.
“Ada satu warga yang sempat terluka akibat tertimpa asbes, namun tidak sampai harus dirawat di rumah sakit,” tambah Rizky.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pepohonan di sekitar permukiman dan merobohkan tembok bagian belakang salah satu rumah warga. Kondisi ini sempat membuat warga panik karena terjadi hampir bersamaan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas, membenarkan adanya kejadian angin kencang tersebut.
“Dari data sementara, ada beberapa wilayah di Kecamatan Sumobito dan Mojoagung yang terdampak,” ujarnya.
Desa terdampak meliputi Desa Plemahan, Desa Sumobito, dan Desa Kedungpapar di Kecamatan Sumobito. Selain itu, kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.
Hingga Rabu malam kemarin, warga bersama perangkat desa masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi akses lingkungan.
“Petugas BPBD Kabupaten Jombang sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan. Data sementara masih dalam proses rekapitulasi,” pungkas Wiku.






















