Daerah

Ada Bangunan Diduga Tabrak Aturan Sempadan Sungai, Milik Orang Penting

23
×

Ada Bangunan Diduga Tabrak Aturan Sempadan Sungai, Milik Orang Penting

Share this article
Bangunan yang diduga tabrak aturan sempadan. (Foto: Sudutkota.id/rsw)

Sudutkota.id – Tahun 2025 kemarin, bencana di Kota Batu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Untuk itu, Pemkot Batu tengah gencar menyoroti terkait alih fungsi lahan dan bangunan-bangunan melanggar yang memicu munculnya bencana di Kota Batu.

melihat data BPBD Kota Batu jumlah bencana di Kota Batu selama tahun 2025 naik dratis dibanding tahun sebelumnya.

Tercatat sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2025 telah terjadi 209 kejadian bencana. Sedangkan tahun 2024 lalu di Batu terjadi sebanyak 122 kejadian bencana.

Sebanyak 209 bencana itu terdiri dari 127 bencana tanah longsor, 46 kejadian cuaca ekstrem, 25 banjir, 10 kebakaran gedung dan bangunan, serta satu kebakaran hutan dan lahan, dengan total sebanyak 281 orang terdampak, 26 orang mengungsi, serta menimbulkn sebanyak 59 rumah rusak dan 19 rumah terendam.

Seperti bangunan guest house yang diduga melanggar aturan sempadan sungai terletak di Jalan Raya Oro-Oro Ombo, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Bangunan tersebut membuat tepi sungai tidak tersisa, sehingga dipastikan melanggar Peraturan Menteri PUPR nomor 28 tahun 2015 terkait penetapan garis sempadan sungai.

Informasi media ini, bangunan yang diduga melanggar tersebut milik orang berpengaruh di Kota Batu dan pernah dilakukan sidak oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, namun tak digubris.

Seorang sumber yang enggan namanya disebut menjelaskan jika bangunan itu milik salah satu orang berpengaruh. Pasalnya saat dilakukan sidak beberapa kali tidak ada tidaklanjut apapun.

“Iya bangunan guest house itu milik orang penting, pernah disidak tapi tidak ada tindak lanjut, bahkan tidak dibongkar. Tetap begitu bentuknya,” katanya, Senin (12/1/2026).

Jika dibiarkan dikhawatirkan akan semakin banyak pemilik bangunan yang membandel membangun bangunan melanggar di Kota Batu, ditengah meningkatnya jumlah kejadian bencana di Kota Batu, khususnya indikasi adanya alih fungsi lahan yang mengakibatkan bencana banjir.

“Ini tentu meresahkan. Aliran sungai bisa semakin sempit dan bisa menimbukan banjir. Apalagi di Batu sudah semakin banyak lahan yang berubah menjadi perumahan dan bangunan tak berizin,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *