Sudutkota.id- Terduga teroris yang dilakukan penangkapan di Kota Batu oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, di Kawasan Perumahan Jalan Sultan Hasanudin, Gang 26 RT: 01, RW: 08 Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo diketahui jarang bersosialisasi dengan warga.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua RT setempat Yulianto kepada awak media, Kamis (01/08/2024).
“Kalau dilihat dari datanya, mereka dalam satu Kartu Keluarga (KK), sudah satu tahun tinggal dan jarang bersosialisasi dengan warga. Semuanya orang jakarta, untuk cirinya yang laki-laki berjenggot, lalu istrinya berjubah dengan memakai cadar, untuk anak laki-laki mungkin masih pelajar,” ujarnya.
Saat penangkapan, Yulianto mengaku tidak mengetahui, dikarenakan sedang berada di luar rumah.
“Pada Rabu malam saya berada di luar rumah. Dalam data KK tertulis pria berinisial MDM sebagai kepala keluarga, HSN sebagai istri, kemudian FJ dan HOK sebagai anak,” paparnya.
Lebih jauh, Yulianto menuturkan, bahwa terduga teroris sempat mengontrak di rumah temannya, sebelum menyewa villa milik orang jakarta ini.
“Dulu sempat mengontrak di rumah rekan saya yang bernama Pak Joko, namun sekitar satu atau dua minggu sudah keluar. Kemudian menyewa di villa milik orang Jakarta dan sudah bertempat tinggal selama 1 tahun,” terangya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan sterilisasi sejak Rabu malam (31/7/2025) sekitar pukul 22.20 dan dilanjutkan pada Kamis pagi (1/8/2024) sekitar 8 jam sejak pukul 07.00 WIB hingga 14.30 WIB menemukan berbagai macam peralatan, casing, serta bahan dasar dari peledak untuk diaktifkan di dua tempat ibadah
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, tim kepolisian sudah melakukan pengambilan barang bukti, DNA, bahkan juga sidik jari dari tempat yang telah ditinggali terduga teroris.
“Selain itu, sudah memulihkan dua tempat ibadah yang akan disasar. Untuk sementara itu dulu yang bisa kami sampaikan dan keterangan lebih lanjut menunggu dari Mabes Polri,” jelasnya. (Dn)






















