Olahraga

Insiden Naik Meja dan Protes di Pemilihan KONI Malang, Zia Ulhaq: Karena Pimpinan Sidang Tidak Mengerti Aturan

3
×

Insiden Naik Meja dan Protes di Pemilihan KONI Malang, Zia Ulhaq: Karena Pimpinan Sidang Tidak Mengerti Aturan

Share this article
Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dalam agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kepanjen, Sabtu malam (14/02), berlangsung panas dan menyita perhatian publik
Salah satu kandidat Ketua KONI Kabupaten Malang, Zia Ulhaq (kiri) saat melakukan protes. (foto: sudutkota.id/ris)

Sudutkota.id– Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang dalam agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kepanjen, Sabtu malam (14/02/2026), berlangsung panas dan menyita perhatian publik.

Dinamika forum yang sempat diwarnai aksi protes hingga insiden peserta naik meja menjadi sorotan utama dalam jalannya sidang yang menentukan arah kepemimpinan olahraga di Kabupaten Malang periode 2026–2028.

Ketegangan terjadi ketika salah satu kandidat Ketua KONI, Zia Ulhaq, menyampaikan protes keras terhadap jalannya persidangan. Ia menilai pimpinan sidang tidak mengerti aturan dan bersikap tak netral, serta menggiring forum menuju skema aklamasi.

“Kami naik meja karena pimpinan rapat dalam Musorkablub KONI tidak fair. Pimpinan rapat berat sebelah, dan itu sudah terindikasi sejak awal,” terang Zia saat dikonfirmasi pada Minggu (15/02/2026).

Menurut Zia, dinamika yang terjadi bentuk keberatan terhadap proses yang dinilai tidak berjalan sesuai prinsip demokrasi dalam organisasi olahraga. Ia menyebut selama persidangan terdapat kesan bahwa forum diarahkan untuk memilih satu calon secara aklamasi, sehingga memicu interupsi dari sejumlah peserta dan pendukungnya.

Dimana membuat suasana sempat memanas dengan perdebatan panjang yang diwarnai suara keras antar peserta forum.

“Ya kami mohon maaf karena terbawa emosi. Kami berharap fair play, tetapi kenyataannya panitia dan pimpinan sidang terasa berat sebelah,” sambungnya.

Zia menilai penetapan ketua KONI seharusnya dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara, agar setiap pemilik hak suara dapat menentukan pilihan secara bebas tanpa tekanan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam situasi deadlock setelah insiden tersebut, pihaknya meminta pergantian pimpinan sidang. Namun permintaan itu tidak dikabulkan sehingga perdebatan berlangsung cukup lama sebelum forum akhirnya melanjutkan proses pemilihan.

“Saya protes karena forum menginginkan pemilihan tertutup, bukan diarahkan aklamasi. Refleks saya emosi hingga naik meja. Tetapi setelah itu aspirasi kami mulai didengar,” ungkapnya.

Meski sempat terjadi insiden yang cukup menegangkan, proses pemungutan suara akhirnya dilakukan. Hasilnya, Darmadi terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang periode 2026–2028 dengan perolehan 40 suara, mengungguli Zia Ulhaq yang meraih 19 suara. Pemilihan tersebut diikuti oleh pengurus KONI dan perwakilan dari 69 cabang olahraga yang memiliki hak suara.

Usai hasil pemilihan diumumkan, Zia menunjukkan sikap legowo dan menerima keputusan forum. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada rivalnya serta permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi selama musyawarah.

“Selamat buat Pak Darmadi. Mohon maaf pada masyarakat jika kami sempat emosi hingga naik meja,” ungkap politisi Gerindra itu.

Sebagai informasi, Musorkablub KONI Kabupaten Malang sendiri digelar sebagai tindak lanjut dari pengunduran diri Ketua KONI sebelumnya, Rosyidin, pada akhir Desember 2025.

Situasi internal KONI saat ini tengah mendapat perhatian publik karena adanya proses penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang terkait dugaan pengelolaan dana hibah KONI tahun anggaran 2022–2023.

Lebih dari 84 pengurus KONI dan perwakilan cabang olahraga telah dimintai keterangan sebagai saksi, sementara dugaan kerugian keuangan negara masih dalam tahap pendalaman.

Terpilihnya Darmadi yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan diharapkan mampu membawa stabilitas baru bagi organisasi olahraga daerah.

Sementara itu, Zia Ulhaq yang merupakan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Gerindra.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *